WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Karena tiupan angin, menjadikan api pembakaran lahan berkobar, meluas dan mengarah makin mendekati ke arah pompa bensin. Tentu saja ini, membuat panik warga masyarakat Desa Suci, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Berkaitan itu, Jumat (10/7/26), petugas SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Desa Suci, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, segera berupaya meminta bantuan Pemadam Kebakaran (Damkar), untuk melakukan pemadaman.
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Damkar Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, mendapat kontak permohonan bantuan pemadaman, Pukul 10.26 team fire fighter Regu-1 Damkar Poswil Baturetno, Wonogiri, segera meluncur ke lokasi.
Mereka terdiri atas Budi Harjono sebagai Komandan Regu (Danru) bersama anggota yang terdiri atas Binu Muzzamil, Sidik dan Sukisno. Tiba di lokasi, segera melakukan pemadaman dan berupaya melaksanakan pencegahan, supaya api pembakaran lahan tidak membakar pompa bensin.
Jalan JLS
Asap dari api pembakaran lahan tersebut, juga mengganggu para pengguna jalan di ruas jalan Jalur Lintas Selatan (JLS) Pulau Jawa. Kobaran nyala apinya, membahayakan kabel jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi yang melintas di lokasi tersebut.
Menyikapi hal tersebut, pemadaman dilakukan sampai tuntas. Tindakan pemadaman mendapatkan bantuan dari petugas SPBU, Perangkat Desa dan masyarakat. Tim Damkar Poswil Baturetno, meninggalkan lokasi pada Pukul 12.15, ketika dipastikan bara api benar-benar padam dan tidak berpotensi menimbulkan kobaran susulan.
Ada dugaan, kebakaran lahan tersebut memang disengaja, dengan pamrih agar lahan tersebut bersih dari daun, rumput dan semak perdu yang mengering. Tapi tanpa disadari, ketika api berkobar tertiup angin, menimbulkan dampak kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan, serta membuat panik karena makin merembet ke arah lokasi pompa bensin.
Berkaitan hal tersebut, kepada masyarakat diimbau jangan membuat api sembarangan. Termasuk jangan membakar sampah, rumput dan semak perdu serta daun yang mengering, tanpa pengawasan ketat. Sebab di musim kemarau yang serba mengering ini, api pembakaran sampah berpotensi dapat memicu terjadinya musibah kebakaran.(Bambang Pur)













