blank
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno (kanan) ikut mendampingi KGPAA Mangukunegoro X (ketiga dari kiri) saat membagikan bingkisan berkah Sura dari Praja Mangkunegaran.(Dok.Prokopim Wonogiri)

SURAKARTA (SUARABARU.ID) – Penyerahan berkah Sura Tahun Be 1960 Windu Sancaya dari Praja Mangkunegaran Surakarta, dipusatkan di Monumen Watu Gilang Nglaroh. Waktu penyerahan bingkisan tali asih tersebut, berlangsung pada Hari Anggara Jenar atau Selasa Pahing Tanggal 28 Sura Kurup Asopon atau Tanggal 14Juli 2026.

Monumen Watu (Batu) Gilang Nglaroh berada di Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, Rabu (15/7/26), mengabarkan, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, ikut hadir dalam acara tersebut.

Penyerahan berkah Sura dari Praja Mangkunegaran, dilakukan langsung oleh Kanjeng Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro X. Tokoh yang sekarang berkuasa di Praja Mangkunegaran dan populer disebut Gusti Bhre. Bingkisan berkah Sura Mangkunegaran ini, diberikan kepada para juru kunci (Kuncen) bersama sejumlah  warga masyarakat yang bermukim di sekitar situs-situs peninggalan Mangkunegaran. Ini sebagai wujud kepedulian dan penghormatan terhadap para penjaga warisan sejarah.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada Gusti Bhre, atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Wonogiri tersebut. “Kehadiran Gusti Bhre di Wonogiri, menjadi berkah bagi masyarakat,” tandas Bupati Setyo Sukarno. Selain mempererat silaturahmi, kunjungan ini juga menjadi bagian penting dalam melestarikan sejarah sekaligus menguatkan kepedulian bersama agar warisan budaya yang ada di Kabupaten Wonogiri tersebut tetap terjaga keberadaannya.

Pusaka

Bupati menyatakan, beberapa waktu sebelumnya juga telah dilaksanakan ritual Jamasan Pusaka Mangkunegaran yang disimpan di wilayah Kabupaten Wonogiri. Ini menjadi bagian dari upaya merawat tradisi dan nilai-nilai budaya. Sebutkan, meskipun tantangan dalam melestarikan tradisi dan sejarah terus berkembang, Pemkab Wonogiri bersama seluruh elemen masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas daerah.

Bupati menjelaskan, Monumen Watu Gilang Nglaroh merupakan salah satu situs bersejarah yang diyakini sebagai titik awal perjuangan Raden Mas (RM) Said atau Pangeran Sambernyawa melawan ketidakadilan keraton dan penjajah Belanda. Perjuangan ini, menjadi menjadi cikal bakal berdirinya Praja Mangkunegaran.

Selain Watu Gilang, Kabupaten Wonogiri juga memiliki sejumlah situs peninggalan Mangkunegaran lainnya, seperti yang berada di Desa Sendang Ijo, Keblokan, Mantenan, Karang Tengah, Gunung Wijil di wilayah Kecamatan Selogiri. Juga situs bersejarah rumah tiban yang berada di Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.

Menurut Bupati, keberadaan situs-situs tersebut, menjadi bukti kuat bahwa ikatan sejarah antara Praja Mangkunegaran dengan masyarakat Wonogiri, telah terjalin sejak lama dan terus terpelihara hingga saat ini.(Bambang Pur)