blank
Kepala Dinas Perndustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo.

JEPARA ( SUARABARU.ID) – Dari 7.230 orang pengukir Jepara, yang telah  tercatat memiliki Kartu Mebel Jepara hingga awal Juni 2026 baru 755 orang dari target tahun 2026 sebanyak 1500 orang.  Karena itu  diharapkan kepada para perajin yang belum mendaftar   segera mendaftarkan diri secara online melalui link pendaftaran bit.ly / KartuMebelJepara

Harapan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo saat memimpin rapat persiapan Pelatihan Inovasi Produk dengan Ornamen Ukiran dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kayu serta Penyerahan Kartu Mebel Jepara, yang berlangsung di ruang kerjanya Rabu  17/6-2026.

Direncanakan pelatihan ini akan dibuka oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo di Gallery Jepara Wood Carving di Pantai Kartini Jepara.

blank
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Jepara Anjar Jambore Widodo saat memimpin rapat persiapan pelatihan. Foto: Diyan Ni’matus

Hadiri dalam rapat tersebut Sekretaris Disperindag Isnan Haryoko, Kabid Perindustrian Dhaula Patta Raya, Kabid Destinasi Wisata Sukendar, Dini Indah staf Diskominfo,  Ketua Yayasan Pelestari Ukir, serta sejumlah staf Disperindaq.

Menurut Anjar Jambore Widodo, kegiatan ini adalah  bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jepara dalam pengembangan industri mebel ukir Jepara yang merupakan salah satu potensi unggulan  Jepara.

“Sedangkan pendataan melalui Kartu Mebel Jepara  diperlukan untuk memudahkan pembinaan dan pemberdayaan  tenaga kerja  di sektor mebel ukir guna meningkatkan daya saing produk Jepara. Ini merupakan salah satu program unggulan Bapak Bupati dari 28 program unggulan yang ditetapkan  ,” ujar Anjar Jambore Widodo.

Ia menjelaskan berbagai manfaat  Kartu Mebel Jepara bagi perajin  diantaranya mengikuti pelatihan teknis mulai desain, finishing, hingga standar mutu serta faslitiasi bea siswa PIP dan KIP. “Muara dari program ini adalah peningkatan kesejahteraan pengrajin,” tegas Anjar Jambore Widodo.

Diyan Ni’matus