blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi para pejabat terkait serta Kepala BPS Kebumen Danisworo dan petugas lapangan pada pencanangan Sensus Ekonomi (SE) Tahun 2026 di Front One Hotel Gombong, Sabtu 13/6.(Foto:SB/Kominfo)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi (SE) Tahun 2026 , Sabtu (13/6/2026).

BPS Kebumen menerjunkan 1.647 petugas lapangan selama pelaksanaan Sensus Ekonomi tersebut. Mereka telah dibekali pelatihan teknis sejak 28 Mei lalu.

Pencanangan berlangsung di Front One Hotel Gombong, menandai dimulainya agenda strategis nasional sepuluh tahunan untuk memetakan lanskap perekonomian daerah secara menyeluruh.

Acara dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani,  pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam Sempor dan Gombong, serta ratusan petugas lapangan.

Pelaksanaan pencacahan dan pendataan komprehensif ini dijadwalkan berlangsung selama dua setengah bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menabuh gong pada pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.(Foto:SB/Kominfo)

Bupati Kebumen Lilis Nuryani dala sambutannya menegaskan, Sensus Ekonomi memiliki arti yang sangat penting bagi pemerintah daerah. Percepatan teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat menuntut pembaruan data yang riil dan akurat agar kebijakan yang dirumuskan tepat sasaran.

“Pemerintah Kabupaten Kebumen terus berkomitmen memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan UMKM dan penguatan iklim investasi. Melalui data Sensus Ekonomi 2026, kita dapat melihat sektor yang tumbuh pesat, usaha yang menghadapi kendala, hingga potensi baru yang bisa dikembangkan,”ujar Lilis Nuryani.

Bupati juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha, baik skala mikro, kecil, menengah, hingga industri besar, untuk memberikan data yang jujur, lengkap, dan sesuai kondisi riil. Data valid tersebut akan menjadi pijakan utama dalam membuka lapangan kerja baru dan memperkuat daya saing Kebumen di masa depan.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memasang tanda pengenal kepada petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026.(Foto:SB/Kominfo)

Kepala BPS Kabupaten Kebumen Danisworo memaparkan, pihaknya menerjunkan sebanyak 1.647 petugas lapangan terlatih. Para petugas tersebut telah menyelesaikan pelatihan teknis sejak 28 Mei lalu.  Gelombang terakhir pemantapan rampung tepat sebelum agenda pencanangan.

Menurut Danisworo, dalam kurun waktu satu dekade terakhir, struktur ekonomi di Kebumen mengalami pergeseran masif. Salah satu indikator utamanya adalah peralihan mekanisme pasar konvensional ke ekosistem digital (e-commerce) serta menjamurnya layanan transportasi berbasis daring.

“Melalui momentum tahun 2026 ini, meski narasi utamanya adalah sensus ekonomi, instrumen kami di lapangan juga dirancang terintegrasi untuk menangkap indikator kependudukan serta kondisi perumahan warga secara spesifik,”jelas Danisworo.

Mengenai teknis pelaksanaan, BPS melaporkan pendataan untuk sektor Usaha Besar Menengah (UBM) telah dicicil secara bertahap sejak Mei lalu karena membutuhkan kedalaman dokumen keuangan. Sementara itu, untuk klaster rumah tangga dan pelaku usaha mikro kecil, pengumpulan data serentak di lapangan akan dimulai pada Senin, 15 Juni 2026.

Menanggapi maraknya isu keamanan dan penipuan di masyarakat, Danisworo memastikan seluruh personel BPS wajib mengenakan atribut resmi saat bertugas. Petugas lapangan dibekali dengan rompi khusus, kartu identitas (id card), serta Surat Tugas resmi.

Sinergi di lapangan dipastikan berjalan optimal seiring dikeluarkannya Surat Edaran (SE) dari Bupati Kebumen yang menginstruksikan aparatur wilayah tingkat kecamatan hingga desa untuk mengawal jalannya sensus.

Kolaborasi BPS dan jajaran Pemkab Kebumen ini diharapkan mampu mendorong tingkat partisipasi warga secara aman dan tepercaya demi kesuksesan pembangunan daerah.

Komper Wardopo