WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Puluhan warga Dusun Medono Desa Medono Kaliwiro Wonosobo dan sekitarnya bersama anggota Paguyuban Sopir “Kaliwiro- Wadaslintang” melakukan aksi gotong royong memperbaiki jalan rusak di jalur penghubung antar-kecamatan.
Gotong royong swadaya masyarakat tersebut tepatnya dilakukan di jalan raya Medono-Besuki, Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo, Minggu (14/6/2026) pagi hingga siang.
Aksi swadaya ini dilakukan sebagai bentuk solusi cepat atas kondisi jalan yang terkesan dibiarkan rusak selama hampir satu tahun terakhir.
Jalan sepanjang kurang lebih 100 meter tersebut, rusak karena jalan terdampak tanah bergerak. sehingga sulit dilalui, bagi pengendara roda dua apalagi truk bermuatan berat.
Kordinator Paguyuban Sopir, Muhyamil (45), mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul karena para sopir dan warga sudah lelah menunggu perbaikan dari pemerintah daerah.
Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga untuk mengangkut hasil bumi. Jalan yang rusak tersebut sangat mengganggu mobilitas ekonomi warga sekitar.
“Kalau dibiarkan terus, kita tidak dapat mengangkut barang dan kendaraan kami cepat rusak. Akhirnya kami sepakat dengan warga untuk iuran. Ada yang menyumbang uang, semen, pasir, hingga tenaga,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Proses Pengecoran

Dari hasil iuran tersebut, terkumpul dana sekitar Rp 12 juta. Dan yang terkumpul dibelanjakan untuk membeli material berupa 50 sak semen, pasir dan batu koral yang digunakan untuk mengecor jalan.
Proses pengecoran jalan dilakukan secara manual dan gotong-royong sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari. Sejumlah warga, unsur pemuda dan para pengemudi setempat terlibat di acara gotong royong tersebut.
Sementara itu, perwakilan warga Dusun Medono Desa Medono Kaliwiro yang juga Ketua RW setempat, mengapresiasi kekompakan warga dan para sopir dalam melakukan gotong royong bersama.
Meski demikian, dia berharap Pemerintah Kabupaten Wonosobo tetap memprioritaskan perbaikan permanen di jalur tersebut. Karena jalan tersebut merupakan jalur vital warga setempat untuk menuju kota Kecamatan Kaliwiro maupun Kecamatan Wadaslintang.
“Kami sangat bangga dengan swadaya ini. Namun, ini kan sifatnya sementara, kami tetap berharap dinas terkait segera turun tangan untuk perbaikan menyeluruh yang lebih permanen,” ujar dia.
Menurutnya, jalur tersebut merupakan jalan utama penghubung antar kecamatan dan juga jalur alternatif ke Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kebumen dari arah Kaliwiro.
Akibat aksi gotong royong ini, arus lalu lintas di Jalan Raya Kaliwiro sempat diberlakukan sistem buka-tutup.
Namun, para pengguna jalan mengaku tidak keberatan dan justru mendukung penuh aksi nyata tersebut.
Muharno Zarka













