blank
Diantara 17 peserta bergengsi tersebut, hadir Brakah Dalem Furniture, sebuah perusahaan yang dirintis oleh Muhammad Reza Ahsanun Najid, mahasiswa aktif semester 8 Program Studi Desain Produk UNISNU. FOTO: Reza

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Bank Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong potensi industry mebel Jepara dengan menggelar pameran Central Java Furniture and CARVING Expo (CJFACE) 2026 di DP Mall Semarang.

Ajang ini turut menjadi panggung pembuktian bagi mahasiswa dan alumni Program Studi Desain Produk Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara dalam membangun jiwa kewiraudaan lewat karya nyata (13-16/6).

Acara ini menampilkan berbagai macam koleksi produk furnitur yang dimiliki para perusahaan. Bank Indonesia berkomitmen mendorong potensi industri mebel Jepara lewat ajang-ajang pameran baik berskala lokal maupun internasional.

Pembukaan CJFACE 2026 pada Sabtu (13/6) dihadiri langsung oleh Kepala ( Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo, yang hadir mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, S.E. Dalam sambutannya, Anjar menyampaikan harapan agar berbagai melalui berbagai ajang pameran supaya para pelaku mebel Jepara terlebih berskala UMKM dapat terus berkembang dan berinovasi serta berekspansi untuk membuka pasar eksport.

Diantara 17 peserta bergengsi tersebut, hadir Brakah Dalem Furniture, sebuah perusahaan yang dirintis oleh Muhammad Reza Ahsanun Najid, mahasiswa aktif semester 8 Program Studi Desain Produk UNISNU. Pria yang akrab disapa Mas Reza ini berhasil lolos pendaftaran peserta dan memerkan langsung karya cipta desain produk yang dikerjakan selama masa kuliah.

Salah Satu karya yang sukse menjadi daya tarik utama bagi pengunjung pameran adalah Lengganayun Rocking Chair. Kursi goyang yang merupakan hasil proyek dari mata kuliah Desain Produk 4.

Secara konsep, Lengganayun Rocking Chair terinspirasi dari bentuk kursi sedan lawan yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi kursi goyang. Desain tersebut mengadaptasi system adjuster untuk mengatur kemiringan duduk, dan menggunakan sistem bongkar-pasang (knock down/flat pack).

blank
Lengganayun Rocking Chair terinspirasi dari bentuk kursi sedan lawan yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi kursi goyang. Foto: Reza.

Pemilihan material utama berupa kayu jati yang dipadukan dengan rotan diyakini sukses menciptakan nuansa hangat, sekaligus mempertahankan karakteristik ikonik dari kursi sedan tersebut.

Keikutsertaannya dalam ajang ini, mendapatkan apresiasi khusus dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Kadin Jepara, Andang Wahyu Triyanto, S.E.,M.M. beliau mengingatkan para pengrajin dan desainer muda bahwa pasar lokal juga memiliki potensi besar.

Menurutnya, produk-produk dengan desain kustom (custom design) saat ini memiliki peluang pasar yang sangat potensial dan bernilai tinggi.

“Jiwa kewirausahaan harus dibangun sedari dini terlebih sebagai mahasiswa DESAIN PRODUK, berinovasi dalam menciptakan desain-desain kebaruan dan ambil bagian disetiap acara pameran akan menguatkan mental usaha,” ungkapnya.

Selain Reza, pameran CJFACE 2026 ini juga diikuti oleh dua opelaku usaha yang merupakan alumni Desain Produk UNISNU, yakni Aliyudin Erick Kurniawan dengan jenama Aero Jati, dan Ilham Ikhtiyari dengan jenama Home Furniart.

Sebagai sosok alumni yang lebih dulu terjun ke industri, Ilham berpesan kepada adik-adik tingkatnya di almamater. Ia mendorong teman-teman mahasiswa Desain Produk UNISNU untuk tidak mudah bosan dalam berproses.

“Harus berani menampilkan karyanya pada public, terlebih melalui acara-acara pameran seperti ini,” pungkas Ilham.

Eky Putri Febriyani – Reza