WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Panggilan berulangkali dari pengantar paket yang tak kunjung mendapatkan jawaban, akhirnya menguak kasus gantung diri di dalam rumah. Demikian yang terjadi pada kasus bunuh diri dengan cara gantung diri di Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, semalam, menyatakan, kasus bunuh diri dengan cara gantung diri tersebut, terjadi Jumat sore (5/6/26). Korban berinisial EL (35), petani di Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, ditemukan meninggal karena gantung diri di dalam rumahnya.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan di lokasi, korban pertama kali ditemukan oleh istrinya. Sang istri mendengar seseorang yang hendak mengantarkan paket, nerulangkali memanggil korban, tapi tidak direspon.
Curiga ada sesuatu, istri kemudian berusaha memasuk ke ruang tamu melalui pintu belakang. Betapa kagetnya dia, setelah mendapati korban sudah dalam keadaan menggantung. Dia kemudian meminta pertolongan tetangga, yang selanjutnya kasus ini disampaikan ke Perangkat Desa dan dilaporkan ke Polsek Baturetno.
Menyikapi laporan warga, petugas piket Polsek Baturetno bergerak cepat. Yakni bergagas mendatangi lokasi, untuk melakukan penanganan. Pemeriksaan kondisi tubuh korban segera dilakukan petugas medis dari Puskesmas Baturetno.
Luka Jerat
Hasil pemeriksaan, tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan. Disimpulkan, korban meninggal karena gantung diri. Petugas menemukan luka bekas jeratan tali pada leher korban. Juga ditemukan tanda-tanda lain yang lazim ditemukan pada kasus gantung diri.
Penyebab korbna nekad bunuh diri dengan cara gantung diri, masih dalam penyelidikan. Usai dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga dengan disaksikan Perangkat Desa Sendangrejo. Untuk kemudian dilakukan tindakan pangrukti layon (perawatan kjenazah), sebelum dilanjutkan ke proses pemakaman.
Polres Wonogiri mengimbau, agar masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikologis anggota keluarganya masing- masing, maupun warga di lingkungan sekitar. Apabila menjumpai permasalahan yang berpotensi pada gangguan kesehatan mental, diharapkan untuk tidak ragu untuk berkomunikasi dengan keluarga. Juga dengan tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, maupun Bhabinkamtibmas setempat. Sehingga dapat memperoleh pendampingan dan dapat dicarikan solusi yang tepat.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat, menjadi wujud komitmen dalam memberikan pelayanan da perlindungan. Juga dalam penanganan setiap peristiwa secara cepat, humanis dan profesional, demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif.(Bambang Pur)













