blank
Harry Nuryanto (tengah) dan dr Aditya Nugraha (kanan), menunjukkan MoU usai ditandatangani. Foto: riyan

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Wakil Ketua Umum IV KONI Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro SE MM mengatakan, pentingnya menjalin sebuah kerja sama strategis, untuk kemajuan bersama. Utamanya untuk perlindungan atlet, baik ketika berlatih atau saat bertanding.

Hal itu seperti yang disampaikannya, usai melakukan penandatanganan kerja sama dengan Direktur Utama Primaya Hospital Semarang, dr Aditya Nugraha M Biomed MM CMC. Acara itu turut disaksikan Sekretaris Umum KONI Jateng Drs Budi Santosa MSi, jajaran pengurus KONI, serta puluhan atlet berprestasi Jateng.

Disampaikan Harry Nuryanto, penandatanganan kerja sama yang dilakukan di ruang Auditorium Primaya Hospital, Jumat (5/6/2026) itu, merupakan bagian dari komitmen KONI dalam memberikan perlindungan dan pembinaan atlet secara berkelanjutan.

BACA JUGA: Tak Kunjung Dijawab, Panggilan Berulang Kali Menguak Kasus Gantung Diri

”Pembinaan atlet bukan hanya soal latihan dan prestasi. Kami juga harus memastikan kesehatan dan keselamatan mereka terjaga, selama menjalani proses latihan maupun saat bertanding,” kata dia usai acara, pada sejumlah awak media.

Harry menjelaskan, sebelumnya KONI Jateng juga telah menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, untuk memberikan perlindungan kepada atlet dan pelatih, selama mengikuti program pembinaan maupun kejuaraan.

Sebagai tindak lanjutnya, KONI menggandeng Primaya Hospital, karena dinilai memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap, dan rekam jejak yang baik dalam menangani kasus cedera olahraga.

BACA JUGA: BPOB Siapkan SDM Desa Penyangga Jadi Garda Terdepan Forest Wellness Experience di Borobudur Highland

”Kami melihat, Primaya Hospital memiliki sarana dan tenaga medis yang sangat memadai. Yang terpenting, adanya komunikasi dan sinergi yang baik, sehingga apabila terjadi cedera pada atlet, penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” imbuhnya.

Harry menambahkan, seluruh atlet yang masuk dalam program pembinaan KONI Jateng, mendapatkan perlindungan kesehatan. Bahkan cedera yang terjadi akibat kegiatan resmi olahraga, baik saat latihan maupun pertandingan, menjadi tanggung jawab KONI sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kolaborasi ini, KONI Jateng berharap, kualitas layanan kesehatan bagi atlet semakin meningkat. Sehingga mereka dapat tampil maksimal, dalam berbagai ajang olahraga regional, Nasional, maupun internasional.

BACA JUGA: Evaluasi MBG di Jateng Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Sementara itu, dr Aditya Nugraha menegaskan, kerja sama ini merupakan bentuk komitmen rumah sakit, dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga di Jateng.

Menurutnya, Primaya Hospital telah menyiapkan sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan yang mendukung kebutuhan atlet. Khususnya dalam penanganan cedera olahraga dan peningkatan performa fisik.

”Kami memiliki komitmen, untuk ikut mendukung peningkatan kesehatan atlet, mulai dari calon atlet, atlet aktif, hingga para pengurus olahraga. Harapannya, prestasi atlet-atlet Jateng bisa semakin maju,” terang dr Aditya.

BACA JUGA: Dari Jepara ke Thailand: Jejak Inspiratif Amaliyatul Hidayah Rofiq dalam Merawat Bahasa dan Budaya

Saat ini, Primaya Hospital Semarang memiliki empat dokter spesialis ortopedi, termasuk satu dokter subspesialis sport injury atau cedera olahraga. Rumah sakit ini juga didukung dokter spesialis jantung, dengan layanan rehabilitasi kardiovaskular, yang dapat membantu meningkatkan kapasitas fisik atlet, termasuk pengukuran dan peningkatan VO2 Max.

Selain itu, tersedia berbagai fasilitas penunjang, seperti CT Scan, MRI, USG muskuloskeletal, hingga terapi medis modern, seperti stemcell, sekretom, dan Platelet Rich Plasma (PRP).

Tak hanya aspek fisik, Primaya Hospital juga menyediakan layanan psikologi klinis, konsultasi gizi, hingga terapi komplementer, seperti akupunktur untuk membantu menjaga kondisi mental dan kebugaran atlet secara menyeluruh.

Riyan