TEGAL (SURABARU.ID) – Komisi III DPRD Kota Tegal dorong PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air) Provinsi Jawa Tengah
lakukan penanganan tanggul Sungai Ketiwon di 2027.
Hal itu terungkap saat Komisi III DPRD Kota Tegal melakukan kunjungan lapangan (Kunlap) ke sejumlah titik tanggul sungai Ketiwon yang berlokasi di wilayah RT 16 RW 09 Kelurahan Panggung, Tegal Timur Kota Tegal, Kamis (4/6/2026).
Kunlap dipimpin oleh Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tegal Hj Nurfitriani SE, Akt, MM, bersama H Sisdiono S.Pd, Beni Ageng Penggalih SH, M Ali Mashuri SAP, dan Bagas Satya Indrana SH, MH. Ikut mendampingi jajaran DPUPR Kota Tegal.
Kunjungan lapangan dilakukan untuk mengecek kondisi tanggul yang telah diperbaiki dan yang membutuhkan penanganan segera.
Lokasi pertama yang dikunjungi yakni tanggul di Jalan Irian Kelurahan Panggung. Di lokasi ini, rombongan melihat hasil perbaikan tanggul yang dilakukan PSDA Provinsi, setelah sebelumnya, Komisi III berupaya mendorong perbaikan di Tahun Anggaran 2026.
Selanjutnya, rombongan bergerak menuju lokasi tanggul di Jalan Surabayan Kelurahan Panggung. Di sini Komisi III menemukan kondisi tanggul yang sangat kritis, karena hanya menyisakan ketebalan sekitar satu meter dari bibir sungai.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tegal Hj Nurfitriani mengatakan pihaknya melakukan kunjungan lapangan untuk mengecek hasil dorongan pihaknya terkait tanggul yang memang perlu segera diperbaiki. Bulan kemarin, pihaknya sudah meminta PSDA untuk mengecek kondisi tanggul yang kritis.
Alhamdulillah bulan ini sudah selesai yang ada di Jalan Irian. Namun, itu masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah,” katanya.
Menurut Fitriani, pekerjaan perbaikan tanggul di Jalan Irian dilakukan sepanjang sekitar 40 meter. Diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp500 juta.
“Karenanya, kami atas nama Komisi III menyampaikan terimakasih atas perhatian yang diberikan. Sehingga tanggul sudah selesai diperbaiki,” katanya.
Selanjutnya, kata Nurfitriani, pihaknya kembali akan mendorong perbaikan tanggul di Jalan Surabayan. Karena, kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan.
“Kita berharap nanti di 2027 mendatang di lokasi ini bisa dilakukan perbaikan. Karena, hanya tersisa satu meter. Jika tidak segera ditangani akan mengalami pengikisan dan mengancam perumahan warga,” pungkasnya.
Isno













