blank
Amaliyatul Hidayah Rofiq,S.S.

Oleh : Ika Putri Aprilia

Di tengah derasnya arus globalisasi, masih ada anak muda yang memilih berdiri di garis depan untuk menjaga bahasa, sastra, dan budaya daerah. Sosok itu adalah Amaliyatul Hidayah Rofiq,S.S.,  perempuan asal Jepara yang berhasil membuktikan bahwa kecintaan terhadap literasi dan budaya dapat mengantarkan seseorang meraih prestasi hingga tingkat internasional.

blank
Lia bersama orang tua, adik dan Rektor Unisbank, Dr Elen Puspitasari, SE, MM usai mendapatkan predikat sebagai Wisudawan Terbaik penerima apresiasi Wisausaha Muda. Dok Pribadi

Perjalanan putri kedua pasangan Aunur Rofiq, S.Pd.I,M.Pd  dan Indria Mustika S.Pd, M.Pd ini  bukan sekadar kisah tentang penghargaan akademik. Lebih dari itu, ia merupakan gambaran bagaimana seorang pemudi dari daerah mampu membawa identitas budaya lokal ke panggung dunia melalui pendidikan, organisasi, dan pengabdian masyarakat.

blank
Amaliyatul Hidayah Rofiq,S.S., saat menjadi moderator Pelatihan Jurnalistik Mengabarkan Kabar Baik untuk Kebaikan Bersama di Gedung Shima Jepara, 1 Juni 2026. Foto: Hadepe

Saat ini, Amaliyatul tengah menempuh pendidikan Magister Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Semarang setelah sebelumnya lulus sebagai Wisudawan Terbaik dan Cumlaude dari Program Studi Sastra Inggris Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang dengan IPK 3,82. Kini di sela-sela mengikuti program S-2,  ia juga tercatat aktif  sebagai guru MTs, Sadamiyyah  Guyangan, Jepara.

blank
Narasumber Bimbingan Teknis Mengulas Buku bagi Siswa SD di Pemalang. Foto: Dok Pribadi

Kecintaan alumni SDN 2 Mulyoharjo, MTs Negeri Bawu dan MAN 1 Jepara  terhadap bahasa dan budaya telah tumbuh sejak usia muda. Ia aktif dalam berbagai kegiatan literasi, seni tari, pelestarian budaya, hingga organisasi kepemudaan. Sejak tahun 2016,  Lia juga aktif sebagai aktivis  di  Yayasan Kartini Indonesia di mana Ibundanya, Indria Mustika  menjabat sekretaris umum  Karena itu ia sangat mengagumi spirit dan gagasan Kartini  yang jauh melampaui jamannya.

blank
Amaliyatul Hidayah Rofiq,S.S., saat memberikan motivasi belajar dalam sebuah acara pelatihan literasi . Foto: Dok

Berbagai pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang kuat dan kemampuan komunikasi yang membawanya dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk sebagai Presiden Mahasiswa UNISBANK periode 2024 dan sekaligus  menempatkannya sebagai perempuan pertama yang mampu meraih kepercayaan prestisius tersebut.

blank
Lia bersama Wakil Menteri HAM RI, Mugiyanto saat mendampingi audiensi Pengurus Yayasan Pelestari Ukir Jepara tahun 2025. Foto: Dok Pribadi

Prestasi Amaliyatul semakin bersinar ketika mengikuti Program International Summer Semester di Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK), Thailand, pada November hingga Desember 2024. Dalam program tersebut, ia berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, mulai dari Juara 1 Traditional Thematic Costume Competition, Best Student International College, hingga Juara 1 pada berbagai kompetisi akademik dan kewirausahaan.

blank
Lia bersama Ibu Ella Witiarso Utomo dan para pegiat Liiterasi Jepara saat audiensi peluncuran buku Mozaik Gagasan Kartini untuk Bangsanya.. Foto: Dok Pribadi

Ia juga pernah terpilih mengikuti  Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Barch 2 di Aceh pada bulan November – Desember 2024. “Melalui program ini saya bisa belajar dan mengenal budaya dari berbagai daerah di Indonesia,” kenang Lia

Menurut Amaliyatul, keberhasilannya di luar negeri bukan hanya tentang kemenangan pribadi, melainkan kesempatan memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Jepara, kepada masyarakat internasional.

blank
Lia saat menjadi perwakilan Jeara dalam Konferensi Pmuda Nasional di Wisma Perdamaian Semarang. Foto: Dok Pribadi

“Budaya adalah identitas. Ketika kita berada di luar negeri, kita membawa nama daerah dan bangsa. Karena itu, budaya harus terus dijaga dan diperkenalkan,” ujarnya.

blank
Lia saat memberikan les gratis bahasa Inggris bagi para perajin ukir di Gallery Jepara Wood Carving. Foto: Hadepe

Tidak hanya aktif di dunia akademik, Amaliyatul juga terlibat dalam berbagai organisasi dan kegiatan sosial. Ia tercatat sebagai Sekretaris Ikatan Duta Bahasa Jawa Tengah, Pengurus  Keluarga Mahasiswa Jepara Semarang, serta anggota sejumlah komunitas pelestari budaya dan literasi.

blank
Lia Bersama Siswa Berprestaai dari MTs Sadamiyyah . Foto: Dok Pribadi

Komitmennya terhadap pengembangan generasi muda diwujudkan melalui berbagai kegiatan pelatihan jurnalistik, seminar literasi, motivasi pelajar, hingga revitalisasi bahasa daerah. Sepanjang tahun 2024  hingga 2026, ia menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan sekolah, perguruan tinggi, maupun instansi pemerintah di Jawa Tengah.

blank
Lia dalam sebuah acara

Baginya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun karakter serta cara berpikir kritis masyarakat.

“Literasi adalah jalan untuk membuka wawasan. Semakin banyak generasi muda yang mencintai membaca dan menulis, semakin besar peluang bangsa ini berkembang,” katanya. Literasi bukan sekedar membaca dan menulis, tetapi  salah satu jalan membangun kecakapan hidup, tambahnya

blank
Sebagai wisudawan terbaik Lia mendapatkan kesempatan membacakan sambutan wisudawan dalam wisuda. Foto: Dok Pribadi

Selain aktif mengajar Bahasa Inggris sejak 2021, Amaliyatul juga mengembangkan usaha mandiri di bidang pendidikan dan kreatif. Pengalaman tersebut membuatnya memahami pentingnya kemandirian, inovasi, dan keberanian mengambil peluang di usia muda.

Kemampuannya berkomunikasi dalam berbagai bahasa, seperti Indonesia, Jawa, Inggris, Arab, Korea, Mandarin, dan Thai, menjadi modal penting dalam memperluas jejaring serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional.

blank
Amaliyatul Hidayah Rofiq,S.S., perempuan asal Jepara yang berhasil membuktikan bahwa kecintaan terhadap literasi dan budaya dapat mengantarkan seseorang meraih prestasi hingga tingkat internasional.

Di tengah berbagai pencapaian yang telah diraih, Amaliyatul masih menyimpan satu mimpi besar: menjadi profesor di bidang bahasa. Mimpi tersebut menjadi alasan mengapa ia terus belajar, mengajar, dan berbagi pengalaman kepada masyarakat.

blank
Menjadi mentor wicara publik di MAN 1 Jepara. Foto: Dok Pribadi

Kisah Amaliyatul Hidayah Rofiq menunjukkan bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Melalui ketekunan belajar, keberanian berorganisasi, serta kepedulian terhadap budaya dan literasi, seorang pemudi dari Jepara mampu menorehkan jejak inspiratif hingga tingkat internasional.

Ika Putri Aprilia, Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Unisnu Jepara  yang Sedang   Mengikuti Program Magang di SUARABARU.ID.