GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Seorang pria meninggal dunia di dalam bus Garuda Mas saat tiba di Purwodadi, Selasa (31/3/2026).
Peristiwa yang diduga akibat serangan jantung ini mengejutkan kru dan penumpang yang berada dalam perjalanan tersebut.
Kejadian pria meninggal dunia di bus Garuda Mas itu terjadi ketika kendaraan berhenti di Pool kawasan Kuripan, Purwodadi.
BACA JUGA : Kelas Pelajar Mengukir Kembali Dimulai, 19 Siswa SMP Negeri Ikut Pelatihan
Kru bus pertama kali menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa saat bus berhenti di lokasi pool. Saat itu, bus telah menyelesaikan perjalanan panjang dari luar kota menuju Purwodadi.
Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto menjelaskan, korban diketahui bernama Marno yang sebelumnya menaiki bus dari Terminal Kapuk, Jakarta Utara.
Ia menuturkan, sebelumnya korban menumpang bus Garuda Mas dengan tujuan akhir di wilayah Wirosari. Korban tercatat sebagai penumpang bus bernopol B 7285 UGA.
Dalam perjalanan, bus yang ditumpangi korban mengalami kendala teknis di daerah Plumbon, Cirebon. Seluruh penumpang kemudian dipindahkan ke armada lain dengan nomor polisi B 7128 UGA.
Para penumpang, termasuk korban, sempat beristirahat di sebuah rumah makan saat proses transit berlangsung. Setelah itu, perjalanan kembali dilanjutkan menuju tujuan akhir.
Bus akhirnya tiba di Pool Garuda Mas di Kuripan, Purwodadi sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, sebagian penumpang masih dalam kondisi tertidur.
BACA JUGA : Soal Sampah di Semarang Makin Mengkhawatirkan, DPRD Dukung Langkah Ubah Jadi Tenaga Listrik
Kru bus kemudian berupaya membangunkan para penumpang yang masih terlelap, termasuk korban yang berada di kursinya.
Namun, korban tidak memberikan respons saat dibangunkan. Kondisi tersebut membuat kru mulai merasa curiga.
Sunardi, salah satu kru bus, kemudian memanggil rekan kerjanya untuk memastikan keadaan korban. Mereka mencoba kembali membangunkan korban namun tetap tidak ada jawaban.
Setelah dicek lebih lanjut, korban diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia. Temuan ini langsung dilaporkan kepada petugas garasi.
Laporan tersebut diteruskan kepada Wahyu Ari, petugas garasi Bus Garuda Mas di Kuripan. Ia kemudian menghubungi pihak kepolisian.
Polsek Purwodadi segera merespons laporan tersebut dengan mendatangi lokasi kejadian. Petugas datang bersama tim Inafis Polres Grobogan dan PMI Grobogan.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses identifikasi korban pun dilakukan secara menyeluruh.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Soedjati Purwodadi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari olah TKP yang dilakukan Tim Inafis Polres Grobogan ditemukan identitas berupa KTP atas nama Marno, 64 tahun, warga Cengkareng Kota, Jakarta Barat,” jelas Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto.
Petugas juga menemukan sejumlah barang milik korban. Di antaranya dua unit ponsel dan uang tunai sekitar Rp1,97 juta.
Barang-barang tersebut diamankan sebagai bagian dari proses pendataan dan identifikasi korban oleh pihak kepolisian.
BACA JUGA : Arus Penumpang Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanjung Emas Meningkat 10%
“Sementara dari hasil pemeriksaan tim dokter di RSUD dr Soedjati Purwodadi, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban diduga meninggal duia karena serangan jantung,” jelas Kapolsek.
Setelah memastikan identitas korban, pihak kepolisian segera menghubungi keluarga melalui ponsel milik korban.
Keluarga korban kemudian datang ke RSUD dr Soedjati Purwodadi untuk memastikan kondisi serta proses penanganan jenazah.
Perwakilan keluarga, Suwarno, menyatakan pihaknya menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Setelah proses administrasi dan pemeriksaan selesai, pihak rumah sakit menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan.













