SALATIGA (SUARABARU.ID) – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Kota Salatiga kembali mengajak siswa dan mahasiswa belajar teknologi kecerdasan buatan yang bekerja sama dengan Polres Kota Salatiga dalam Program AI Ready ASEAN Batch 4, baru-baru ini.
Acara ini diselenggarakan secara daring via Zoom Meeting, menghadirkan peserta mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan siswa kelas 9 SMP di Kota Salatiga.
Program ini merupakan inisiatif dari ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org, yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa dan mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman menghadapi perkembangan Kecerdasan Artifisial (KA) secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.
Kapolres Kota Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi menyampaikan, kecerdasan artifisial bukan lagi hal yang baru. Ia berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya dan membawa pulang ilmu yang baru supaya dapat bersaing di era digital ini.
AI Ready ASEAN ini dibagi menjadi lima sesi dengan penyampaian materi pertama oleh Trainer Reyhan R. R. Hidayat, tentang pengenalan AI, dilanjutkan Trainer Andika Renda Pribadi tentang penggunaan dan implementasi AI.
Sementara Trainer Vandiani Lidia menyampaikan tentang Lawan Hoaks dengan AI, Trainer Aipda Nuryanto tentang Etika, Privasi dan Keamanan AI, serta Trainer Budhi Widi Astuti mengajak para peserta praktik langsung melalui Learning Management System (LMS) AI Ready ASEAN dan One Hour Code Campaign.
Kegiatan dirancang interaktif melalui sesi tanya jawab, praktik mandiri, serta pembagian doorprize, guna meningkatkan partisipasi dan antusiasme peserta.
Dicky Dharma Putra salah satu peserta mengaku kegiatan ini penting, bagaimana belajar menggunakan AI secara bija.
Peserta lain, Michael Teja berharap kegiatan bisa diadakan kembali dengan pelatihan yang menarik seperti hari ini untuk meningkatkan literasi di kalangan siswa dan mahasiswa.
Melalui Program AI Ready ASEAN, diharapkan para siswa dan mahasiswa di Kota Salatiga semakin siap menghadapi tantangan transformasi digital serta mampu memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijak, kritis, dan beretika.
Ning S













