GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Tanggul Sungai Tuntang jebol di wilayah perbatasan Kabupaten Demak dan Grobogan pada Senin, 16 Februari 2026 dan berdampak pada banjir di ruas jalan utama.
Satlantas Polres Grobogan langsung menyiapkan jalur alternatif demi menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Dampak jebolnya Tanggul Sungai Tuntang membuat jalur utama Semarang–Purwodadi tidak dapat dilalui secara normal.
BACA JUGA : Hujan Angin, Rumah Warga Roboh Empat Orang Luka-luka
Satlantas Polres Grobogan bergerak cepat menerapkan jalur alternatif guna mengantisipasi kemacetan dan menjamin keselamatan pengguna jalan.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Desa Tinanding. Air dari Sungai Tuntang meluap dan langsung menggenangi badan jalan utama yang menjadi penghubung vital antara Semarang dan Purwodadi.
Luapan air yang cukup deras membuat kendaraan tidak dapat melintas dengan lancar. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan perbatasan dua kabupaten tersebut tersendat sejak pagi hari.
Genangan air setinggi 30 centimeter terjadi di jalan utama dan berdampak pada pengendara yang melintas dari arah barat menuju timur maupun sebaliknya.
Situasi darurat ini mendorong aparat kepolisian untuk turun langsung ke lapangan. Petugas lalu lintas segera mengatur kendaraan agar tidak terjebak di jalur yang terendam.
Satlantas Polres Grobogan mengambil langkah cepat dengan mengalihkan arus kendaraan ke jalur yang dinilai lebih aman dan masih bisa dilalui.
Pengendara dari arah Jembatan Tuntang diarahkan menuju jalur Jeketro sebagai solusi sementara untuk mengurai kepadatan lalu lintas akibat banjir.
Kanit Turjagwali Satlantas Polres Grobogan, Ipda Wahyu Tri Setyo Nugroho, menyampaikan bahwa kondisi genangan air cukup mengkhawatirkan bagi pengguna jalan.
BACA JUGA : Banjir di Kabupaten Grobogan: Ratusan Rumah di Wilayah Kelurahan Purwodadi Terendam
“Sudah kita alihkan dari Jembatan Tuntang ke arah Jeketro berlanjut ke Glapan, Tanggungharjo, Mangunsari, Tegowanu dan sebaliknya,” jelasnya.
Menurut Ipda Wahyu, ketinggian air di lokasi mencapai sekitar 30 sentimeter dengan arus yang cukup deras sehingga berisiko bagi kendaraan kecil.
Petugas memilih jalur pengalihan menuju Godong karena kondisi jalan masih memungkinkan dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pengendara dari arah barat yang hendak menuju Purwodadi tetap dapat melanjutkan perjalanan melalui jalur alternatif yang telah disiapkan.
Namun demikian, tidak semua jalur alternatif bisa digunakan. Beberapa ruas masih terendam banjir dengan ketinggian air yang cukup tinggi.
Ipda Wahyu menyebut jalur Mojoagung menuju Pengkol belum dapat difungsikan karena kondisi banjir yang belum surut.
“Untuk jalur alternatif Purwodadi dari arah Mojoagung-Pengkol belum dapat dilalui karena informasinya Mojoagung juga banjir,” ungkapnya.
Selain itu, jalur Pengkol menuju Candisari juga ditutup sementara waktu karena genangan air masih membahayakan pengguna jalan.
BACA JUGA : Kahitna Tampil dalam Konser Amal LoveHeals yang Digelar Yayasan Kanker Indonesia di Marina
Sementara bagi pengendara dari arah timur menuju barat, petugas mengarahkan kendaraan melalui pertigaan Penawangan.
Dari titik tersebut, pengendara diarahkan menuju Desa Wolo sebelum kembali menyambung ke jalur Jeketro.
Satlantas Polres Grobogan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan sembari berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi dampak lanjutan akibat Tanggul Sungai Tuntang jebol.
Dengan diterapkannya jalur alternatif, Satlantas Polres Grobogan mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas, dan mengikuti informasi terbaru terkait kondisi Tanggul Sungai Tuntang jebol serta jalur alternatif yang diberlakukan.
TYA WIDYA













