blank
Khotib Ustadz KH Mualim (berdiri di podium) tengah menyampaikan khotbah dalam sholat Idul Adha 1447 H (2026 M) di depan Makodim 0728 Wonogiri.(SB/Bambang Pur)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Sikap ketulusan Nabi Ibrahim dalam  Idul Qurban, menjadi sosok orang tua teladan yang taat dan qurrota a’yun. Kemudian Nabi Ismail dalam Idul Adha, menjadi teladan sosok anak saleh yang senantiasa bersikap rela dalam berbakti kepada orang tua.

Demikian dikemukakan Ustadz KH Mualim, Rabu (27/5/26), saat tampil menjadi khotib pada sholat Idul Adha 1447 H (2026 M) di depan Makodim 0728 Wonogiri. Merayakan Idul Adha, tandas Mualim, menjadi ibadah qurban yang senantiasa mengingatkan pada sikap ketaatan, ketulusan, kejujuran dan keimanan yang sangat kuat pada diri Nabi Ibrahim.

Sebagai nabi, Ibrahim senantiasa menyerahkan diri secara bulat kepada Allah SWT. Sikap totalitas dalam berserah diri ini, dilandasi keyakinan tanpa ada penolakan. Meski kepadanya, diperintahkan untuk menyembelih anaknya. Sikap ini, menjadi cerminan qurrota a’yun yang pantas menjadi suri teladan.

Untuk diketahui, secara harfiah, qurrota a’yun memiliki arti baik, dimaknai sebagai penyejuk. Istilah ini, merupakan ungkapan untuk menggambarkan sesuatu yang sejuk, sangat indah, menenangkan dan membahagiakan. Yang membuat hati merasa damai. Kata qurrota a’yun sering digunakan untuk mendoakan pasangan atau anak, agar taat kepada Allah SWT. Supaya kehadiran, tingkah laku dan ketaatannya menjadi kebanggaan serta penenang jiwa.

Sholat Idul Adha 1447 H (2026 M) di depan Makodim 0728 Wonogiri, menampilkan Imam M Yusyfarizal Ma’rufi SPd dan Khotib Ustadz KH Mualim. Ikut hadir, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Wonogiri, Drs H Kusman MPd.

Meluber

Tempat pengimanan untuk memimpin sholat dan podium untuk khotbah, berada di teras depan Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Nyawiji. Jemaah, memenuhi halaman Gedung MPP, meluber ke ruas Jalan Jenderal Sudirman depan MPP yang menjadi bagian jalan protokol Kota Wonogiri, sampai ke halaman Makodim 0728.

Selama sholat berlangsung, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri, telah membebaskan ruas jalan protokol depan Makodim 0728 tersebut, dari tempat mangkal pemberangkatan dan kedatangan Bus Trans Jateng. Bersama jajaran Polres Wonogiri, bagian ruas jalan protokol tersebut ditutup sementara. Dilakukan rekayasa pengaturan arus lalu lintas, kendaraan dari arah selatan dan timur, diarahkan melalui Jalan Ir Sutami.

Ketua dan Sekretaris Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Wonogiri, H Hariyadi SAg, MSi dan Drs H Heru Budi Santosa MPdI, menyatakan, di wilayah Kota Wonogiri Rabu (27/5/26), digelar sholat Idul Adha serentak di lima lokasi. Pertama, di depan Makodim 0728 Wonogiri. Kedua, di halaman Masjid Agung At Taqwa depan Kantor Bupati Wonogiri, menampilkan Imam Ustadz Nanang Fatihunnada Al Hafidz dan Khotim Drs KH Sutrisno Yusuf.

Ketiga, di depan Polres Wonogiri lama di Kampung Sukorejo, menampilkan Imam Ustadz H Asrori SPdI dan Khotib H Hariyadi SAg, MSi. Keempat, di Lapangan Bantarangin, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri Kota, dengan Imam dan Khotib Ustadz M Lutffi SSosm Mpd. Kelima, di Stadion Pringgodani, Wonokarto, Wonogiri, dengan Imam Ustadz Hifdzul Hazal SPd dan Khotib Dr M Abdul Kholiq Lc, MA, MED.

Dari Desa Pijiharjo, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, dilaporkan, sholat Idul Adha 1447 H (2026 M), digelar di tiga lokasi. Pertama, di Lapangan Desa Pijiharjo dengan Imam Ustadz A Bardi dan Khotib Sulardi SE. Kedua, di Masjid Nurul Ilmi Dusun Ngembes, menampilkan Imam dan Khotib Ustadz Nopi Indriyanto SH, MH. Ketiga, di halam SD Negeri Pijiharjo dengan Imam dan Khotib Ustadz Salman Alfarizi.(Bambang Pur)