blank
Personel TNI-Polri bersama aparat dari BPBD Kabupaten Wonogiri, tampil memimpin kerja bakti gotong royong membantu penanganan darurat pada musibah rumah roboh yang diterjang bencana hujan angin di wilayah Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bencana hujan yang disertai angin kencang, melanda wilayah Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Menyebabkan sebuah rumah milik warga roboh, dan menimbulkan 4 orang mengalami luka-luka.

Keempat korban luka terdiri atas Anisa Tri (28) yang mengalami luka di bahu kanan, Sri Purwani (65) mengalami luka robek di bagian kepala dan kaki kiri. Berikut Dwi Susanti (40) mengalami sakit di bagian punggung dan seorang anak berusia 6 tahun mengalami luka pada kepala.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, Senin (16/2/26), menyatakan, bencana hujan angin itu telah menyebabkan sebuah rumah roboh. Lokasinya di Dusun Jepurun RT 3/RW 10, Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo dan Kapolsek AKP Surono melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, Senin hari ini (16/2/26) dilakukan kerja bakti gotong royong di lokasi bencana. Ini dilakukan oleh jajaran Polri-TNI dari Polsek Giritontro dan Koramil-09 setempat, serta aparat dari BPBD Kabupaten Wonogiri. Juga melibatkan Perangkat Desa, para relawan siaga bencana dan warga masyarakat.

Ekstrem

Bencana angin kencang yang merobohkan rumah ini, terjadi Minggu (15/2/26) sekitar Pukul 13.50. Bangunan rumah yang roboh, menimpa penghuni yang berada di dalamnya. Menyebabkan 4 orang luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Maguan di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.

Dalam kerja bakti tersebut, dilakukan pembersihan puing-puing reruntuhan rumah untuk disingkirkan dari lokasi. Harapannya, ketika nanti pemilik akan mendirikan kembali, lokasinya sudah bersih dari puing-puing reruntuhan. Tidak berserakan yang dapat membahayakan.

Kehadiran Polri bersama TNI dan instansi terkait, menjadi wujud nyata sinergitas dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. ”Kami tidak hanya hadir saat kejadian, tetapi juga memastikan proses pemulihan secara darurat berjalan dengan baik,” tegas AKP Anom Prabowo.

Berkaitan ini, Polres Wonogiri mengimbau agar warga masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Utamanya terhadap ancaman bencana jenis hidrometeorologi, seperti hujan angin atau puting beliung. Bila terjadi bencana, segera laporkan ke petugas terdekat.(Bambang Pur)