blank

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan kegiatan yang lebih bermakna bagi masyarakat.

HUT Baznas ke-25 yang digelar di halaman Kantor Baznas setempat, pada Selasa (20/1/2026), dihadiri langsung Bupati Afif Nurhidayat dan Ketua Baznas Wonosobo Priyo Purwanto serta komisioner Baznas lainnya.

Adapun pentasharufan zakat yang dilakukan berupa bantuan perlengkapan membatik kepada para santri senilai Rp 30 juta. Bantuan sarana prasarana bagi pedagang kaki lima Pakulinan senilai Rp 15 juta.

Juga bantuan alat pelindung diri bagi para pemulung di TPA senilai Rp 4,5 juta, bantuan mesin jahit bagi para peserta pelatihan menjahit senilai Rp 30 juta. Total bantuan yang diberikan senilai Rp 79.500.000.

Ketua Baznas Wonosobo Priyo Purwanto menyebut bantuan tersebut fokus pada bidang kemanusiaan (Wonosobo Peduli) dan bidang ekonomi (Wonosobo Makmur Sejahtera).

“Pada kesempatan tersebut kami juga meminta kepada Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat untuk berkenan membuka pelatihan menjahit yang merupakan wujud kerjasama antara Baznas dengan Disnakerintrans-BLK Wonosobo,” katanya.

Bupati Afif Nurhidayat menegaskan peran strategis zakat sebagai instrumen penting dalam pembangunan daerah. Khususnya untuk memperkuat ekonomi masyarakat, menekan angka kemiskinan dan mendukung upaya pengentasan stunting.

“Baznas ini perannya sangat strategis. Karena itu kami terus mendorong, menggerakkan dan mengingatkan, terutama keluarga besar ASN untuk berzakat. Alhamdulillah kesadarannya terus tumbuh, hari ini baru sekitar 65 persen. Artinya masih ada PR sekitar 30 persen lebih,” tegasnya.

Menurut Afif, optimalisasi zakat tidak bisa dilepaskan dari keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Dengan kondisi fiskal yang terbatas, sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas menjadi kebutuhan mendesak agar program pengentasan kemiskinan bisa berjalan lebih efektif.

5 Program Utama

blank
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengunjungi tempat berjualan pedagang kaki lima Pakulinan binaan Baznas. Foto : SB/Muharno Zarka

“Kalau semua hanya mengandalkan APBD, tentu berat. Anggaran kita sangat terbatas. Maka kehadiran Baznas yang selalu bersinergi dengan program pemerintah ini sangat membantu,” tandasnya.

Afif mencontohkan sejumlah program Baznas yang dinilai berdampak langsung ke masyarakat. Mulai dari pelatihan membatik bagi santri, pembinaan UMKM, hingga dukungan perlengkapan keselamatan bagi para pekerja di tempat pembuangan akhir (TPA).

Santri hari ini, lanjut Bupati, tidak hanya dibekali ilmu agama, tapi juga keterampilan membatik. Ini penting, karena kebutuhan sarung dan kain di lingkungan pesantren sangat besar.

“Kalau dikembangkan, ini bisa menjadi industri. Begitu juga UMKM, pelatihan menjahit, tata boga, dan keterampilan lain agar keluarga rentan miskin punya penghasilan,” paparnya.

Selain sektor ekonomi, Afif juga menyoroti aspek kesehatan. Ia menyebut bantuan alat pelindung diri bagi pekerja TPA sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan yang sehari-hari bergelut dengan sampah dan memiliki risiko kesehatan tinggi.

“Mereka ini berjuang setiap hari dengan ton-ton sampah. Sangat rentan terhadap gangguan kesehatan. Maka kami bantu sarung tangan, masker, sepatu boot, agar mereka tetap sehat,” imbuhnya.

Priyo menambahkan, penghimpunan zakat pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp 7 miliar. Pada 2026 ini, Baznas menargetkan peningkatan menjadi Rp 8 miliar.

“Dana zakat ini disalurkan melalui lima program utama, yakni Wonosobo Cerdas untuk pendidikan, Wonosobo Sehat, Wonosobo Peduli, Wonosobo Makmur Sejahtera dan Wonosobo Taqwa. Seluruhnya menyasar masyarakat miskin dan kelompok mustahik,” bebernya.

Pihaknya optimistis tingkat partisipasi zakat, khususnya dari ASN, akan terus meningkat dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mendekati angka ideal. Sehingga optimalisasi zakat bisa maksimal dan kesejahteraan meningkat.

Muharno Zarka