GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Peristiwa tragis menimpa seorang balita yang tewas terbakar dalam kebakaran kamar rumahnya di Desa Dempel, Kecamatan Karangrayung, Grobogan.
Seorang balita berjenis kelamin berinisial RW (11 bulan) mengalami luka bakar 99 persen dalam insiden tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban tertidur di kamar dengan kipas angin yang masih menyala, sekitar pukul 07.45 WIB, Sabtu (17/1/2026).
BACA JUGA : UNISNU–UMK Dorong Pembelajaran Inovatif Berbasis AI di MTs Tsamrotul Huda Kecapi
Kapolsek Karangrayung, AKP Sunarto mengungkapkan, insiden balita terbakar tersebut bermula ketika ibunya yakni Suprihatin, meninggalkan rumah untuk membeli bubur yang akan disuapkan kepada anaknya.
Korban yang masih balita ditinggal dalam kondisi tidur di dalam kamar depan, di rumahnya tersebut.
Saat kejadian, kipas angin dalam kondisi menyala dan terhubung dengan stopkontak yang berada di atas tempat tidur.
BACA JUGA : Tanamkan Spirit Keimanan dan Disiplin Siswa, SMPN 3 Welahan Peringati Isra’ Mi’raj
Sementara itu, ayah korban diketahui sedang berada di luar rumah untuk membeli bahan dagangan nasi goreng di wilayah Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung.
Lima menit berselang, Maryati yang merupakan tetangga korban, melihat kepulan asap tebal membubung dari arah rumah korban.
Dirinya yang sedang mencuci dengan jarak sekitar 20 meter dari lokasi langsung berlari mendatangi rumah tersebut setelah menyadari adanya tanda-tanda kebakaran.
Pada waktu yang hampir bersamaan, ibu korban juga tiba di rumah usai membeli bubur dan langsung masuk setelah melihat kondisi rumah yang dipenuhi asap.
Keduanya segera menuju sumber api yang berasal dari kamar tidur. Mereka mendapati korban berada di atas kasur dalam kondisi terbakar dan masih menggeliat sambil menangis.
Namun, api yang cepat membesar membuat kedua saksi tidak mampu mengevakuasi korban. Mereka kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
BACA JUGA : Manager Tim PSIW, A Hamal Wincahyo : Partai Pamungkas, PSIW Wajib Menang!
Warga berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Setelah api berhasil dijinakkan, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek Karangrayung. Kapolsek AKP Sunarto menjelaskan, setelah mendapatkan laporan, Tim Inafis Polres Grobogan dan tim medis langsung mendatangi lokai kejadian.
“Dari hasil pemeriksaan, kondisi tubuh korban mengalami luka bakar 99 persen atau hampir di seluruh bagian tubuh,” jelas AKP Sunarto.
Tim Inafis Polres Grobogan melakukan olah TKP. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, petugas menemukan sisa springbed, kipas angin terbakar, dispenser rusak, stopkontak di atas tempat tidur, ponsel hangus, serta genteng yang runtuh.
“Hasil olah TKP yang dilakukan akhirnya mengetahui langsung penyebab kebakaran diduga kuat dari hubungan arus pendek atau konsleting listrik stop kontak kipas angin yang berapa di atas tempat tidur,” ungkap Kapolsek.
Pihak keluarga menerimakan kejadian ini dan menolak untuk dilakukan visum. Usai dilakukan pemeriksaan, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
BACA JUGA : Siswa SD Muhammadiyah Karanganyar Tenggelam di Kolam Renang
Adanya kejadian ini, Kapolsek Karangrayung AKP Sunarto mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan instalasi perkabelan di rumahnya guna mencegah terjadinya insiden kebakaran.
“Kami imbau kepada masyarakat agar tetap melakukan pengecekan kabel secara berkala untuk memastikan instalasi kelistrikan aman guna mencegah terjadinya kebakaran,” imbau AKP Sunarto.
Selain itu, ia mengimbau kepada para orang tua untuk selalu menjaga anak-anaknya, terutama anak usia di bawah lima tahun untuk dijauhkan dari barang-barang yang membahayakan.
TYA WIDYA













