blank
Tausiyah edukatih oleh guru agama Dewi Ritnowati, S.Pd.I. Foto : Ahmad Sanubari Pandu Sejati

JEPARA (SUARABARU.ID) – Sekolah Dasar Negeri 1 Guyangan menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dikemas secara edukatif dan inspiratif pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti seluruh peserta didik dari kelas 1-6 dan pendidik sebagai wujud pembiasaan nilai religius sekaligus pembentukan karakter sejak dini.

Dengan tema “Memaknai Isra’ Mi’raj, Menumbuhkan Disiplin dan Akhlak Mulia”, peringatan Isra’ Mi’raj di SDN 1 Guyangan menghadirkan rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga penuh nilai pendidikan karakter.

blank
Sambutan kepala Sekolah Edi Asroni, S.Pd Foto: Ahmad Sanubari Pandu Sejati

Acara dimulai dengan berkumpul tepat waktu mulai jam 07.00 aula sekolah, dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC dibawakan oleh Ananda lailatul Jihan Vianita yaitu siswi kelas 6, kemudian penampilan grup rebana yang dipersembahkan oleh siswa perwakilan kelas 4 dan 5 yang dipandu oleh Muhammad Abdul Jalal, S.Pd. Penampilan ini menjadi momen reflektif sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual melalui lantunan salawat dan rebana yang khidmat.

Menurut Kepala Sekolah Edi Asroni, S.Pd,  kegiatan ini dimaksudkan untuk mengintegrasikan nilai keimanan dan kedisiplinan siswa dalam kehidupan sehari-hari. “Isra’ Mi’raj bukan hanya kegiatan tahunan yang wajib dilaksanakan, tetapi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual yang melekat kuat dengan kehidupan peserta didik. Dengan membiasakan salat, tepat waktu, dan tanggung jawab, kami berharap siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak,” ujarnya.

blank
Kegiatan Isra’ Mi’raj SDN 1 Guyangan. Foto: Ahmad Sanubari Pandu Sejati

Dalam tausiyah oleh Dewi Ritnowati, S.Pd.I yang merupakan guru agama di SDN 1 Guyangan,  ia  mengungkapkan peringatan Isra’ Mi’raj di sekolah merupakan kesempatan emas untuk mengajarkan nilai-nilai disiplin secara alami. “Kegiatan ini menjadi media untuk menunjukkan bahwa disiplin bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang rasa tanggung jawab atas diri sendiri. Ketika siswa belajar berkumpul tepat waktu, mendengarkan, dan terlibat dalam kegiatan, mereka sedang melatih diri berdisiplin tanpa paksaan,” jelasnya.

Puncak tausiyah diisi dengan pembelajaran singkat mengenai nilai-nilai Isra’ Mi’raj yang relevan dengan kehidupan siswa, seperti pentingnya menjaga waktu salat, menghormati orang tua dan guru, serta tanggung jawab terhadap tugas sekolah. Tidak hanya mendengar, peserta didik juga diajak berdiskusi interaktif untuk memahami lebih dalam hikmah peristiwa Isra’ Mi’raj.

blank
Dewan guru SDN 1 Guyangan. Foto: Foto: Ahmad Sanubari Pandu Sejati

Kegiatan peringatan semacam ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari budaya sekolah. Nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan religius seperti rebana, tausiyah, dan diskusi diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan usai, tetapi menjadi bagian dari perilaku harian siswa.

Di era digital yang penuh distraksi, siswa ditantang untuk bisa mengatur waktu dan membangun kebiasaan positif. Isra’ Mi’raj menjadi pengingat pentingnya jeda reflektif, manajemen diri, dan konsistensi nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.

Peringatan Isra’ Mi’raj di SDN 1 Guyangan menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya bertanggung jawab pada aspek akademik semata, tetapi juga pada pembinaan karakter dan spiritual peserta didik. Dengan memadukan kegiatan religius dan pendidikan karakter, sekolah terus berupaya mencetak generasi yang unggul, disiplin, dan bermoral.

Hadepe – Sabsriwinarti, M.Pd