blank
Dewan Guru SMPN 3 Welahan. Foto: Dok

JEPARA (SUARABARU.ID) – SMP Negeri 3 Welahan menggelar kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh kekhidmatan Sabtu (17/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di hall terbuka SMP Negeri 3 Welahan tersebut diikuti sekitar 700 peserta yang terdiri atas siswa, guru, serta tenaga kependidikan.

Meski cuaca di Desa Karanganyar diselimuti gerimis dan hawa dingin, kegiatan pengajian tetap berlangsung dengan tertib dan lancar. Peringatan Isra’ Mi’raj ini menjadi momentum spiritual bagi seluruh warga sekolah untuk meneguhkan kembali nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

blank
Sambutan urusan Kesiswaan SMPN 3 Welahan , Taufiq Nugroho Nur, M.Pd

Acara diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Desti Ayu, siswi kelas 7G, yang menambah suasana khusyuk sejak awal kegiatan. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh urusan Kesiswaan, Taufiq Nugroho Nur, M.Pd. Rangkaian acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh Kepala SMP Negeri 3 Welahan, Duhron Firdaus, S.Pd., M.Pd., serta ditutup dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Islam, Muhammad Ircham, S.Pd.I.

Dalam sambutannya, Taufiq Nugroho Nur, M.Pd.,mengucapkan terima kasih kepada Nabila dan Adinda dari kelas 9A yang telah sukses menjadi MC. Taufiq  menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi siswa agar tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman keberagamaan yang bermakna. Melalui peringatan hari besar Islam seperti Isra’ Mi’raj, siswa diajak mengenal dan menghayati nilai-nilai ajaran agama Islam sebagai pedoman hidup mereka.

blank
Siswa ikuti kegiatan dengan khidmat, Foto: Dok

“Pembelajaran tentang ketaatan terhadap aturan dan semangat literasi dalam belajar merupakan keharusan bagi siswa. Melalui kegiatan ini, siswa juga kami beri ruang untuk berperan aktif, baik sebagai pembawa acara, pembaca Al-Qur’an, maupun pengisi rebana. Ini adalah pengalaman berharga yang membentuk kepercayaan diri dan karakter mereka,” ujarnya. Ia juga mengutip pesan Sayidina Ali RA, “Kalau kau tak siap menahan lelahnya belajar, maka bersiaplah menahan pahitnya kebodohan.”

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Kepala SMP Negeri 3 Welahan, Duhron Firdaus, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya konsistensi siswa dalam belajar, taat pada aturan sekolah, serta menjaga ibadah sebagai kunci kesuksesan hidup. Menurutnya, kesuksesan tidak semata-mata diukur dari kekayaan materi, meskipun harta dapat menjadi sarana untuk berbuat kebaikan dan beribadah dengan lebih nyaman.

blank
Kepala SMP Negeri 3 Welahan  Duhron Firdaus, S.Pd., M.Pd saat menyampaikan tausyiah.

“Kesuksesan terbaik adalah ketika seseorang memiliki ilmu, berakhlak mulia, dan beriman kepada Allah SWT. Spirit Isra’ Mi’raj harus membumi dalam sikap keseharian siswa sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW dan sebagai hamba Allah yang taat,” tegasnya.

Suasana kekhidmatan semakin terasa saat pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh Muhammad Ircham, S.Pd.I. Seluruh peserta mengikuti dengan kompak dan tertib. Kegiatan ini dinilai mampu menanamkan nilai penguatan spiritual sekaligus menumbuhkan sikap hormat kepada guru dan kepatuhan terhadap aturan sekolah.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Nora Shofiana, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa. “Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, siswa belajar tentang pentingnya spiritualitas, ketaatan, serta kebersamaan dalam lingkungan sekolah,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Purwanti, S.Pd., yang menilai kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj ini berjalan sukses berkat kekompakan seluruh unsur sekolah. “Kesiswaan, OSIS, siswa, guru, dan tenaga kependidikan menunjukkan sinergi yang luar biasa. Semoga semangat berbagi kebaikan dan menebarkan dakwah sesuai kemampuan masing-masing terus terjaga di SMP Negeri 3 Welahan,” tuturnya.

Peringatan Isra’ Mi’raj ini menjadi bukti komitmen SMP Negeri 3 Welahan dalam membangun keseimbangan antara pendidikan akademik dan pembinaan karakter spiritual siswa secara berkelanjutan.

Hadepe – Taufiq Nugroho Nur, M.Pd