blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memegang berita acara bersama Sekda Edi Rianto disaksikan para pejabat terkait pada penyaluran hibah bantuan sosial di Hotel Mexolie, Jumat 12/12.(Foto:SB/Kominfo) .

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen bersama Badan Amil Zakat Nasional (Banas) menggelontorkan total anggaran Rp 10,56 miliar dalam bentuk hibah, bantuan sosial (bansos), insentif serta beasiswa.

Penyerahan simbolis berlangsung di Hotel Mexolie Kebumen, Jumat (12/12) 2025). Yang menarik, acara tersebut  sekaligus menjadi momentum peresmian Gerakan Kebumen Peduli untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Acara dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Sekda Edi Ranto, Kepala Kantor Kemenag Kebumen Dr Anif Solihin, Ketua Baznas Kebumen Ahmad Sahli Syam, para asisten, kepala OPD dan pejabat terkait serta penerima bantuan.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan, dukungan dana hibah tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keberpihakan kepada masyarakat. Total anggaran Rp10,56 miliar disalurkan dalam tiga bentuk utama.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan para pejabat terkait bersama penerima hibah bantuan sosial, di Hotel Mexolie,,Jumat 12/12.(Foto:SB/Kominfo)

Untuk Belanja Hibah kepada organisasi masyarakat (ormas), tempat ibadah, dan lembaga sosial sebesar Rp 8.848.200.000. Hibah ini bertujuan menguatkan aktivitas keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Bantuan Sosial (Bansos) untuk 714 santri kurang mampu di 28 pondok pesantren dengan total nilai Rp 714.000.000. Insentif Guru Ngaji bagi 1.667 guru ngaji di 26 kecamatan senilai Rp 1.000.200.000.

“Total anggaran yang kita hadirkan kepada masyarakat mencapai Rp10,56 miliar. Pemerintah menyalurkan, dan panjenengan yang menjalankan. Kita saling menguatkan,”ujar Lilis, sembari menekankan pentingnya pelaporan dan pertanggungjawaban yang tertib atas setiap rupiah yang dikeluarkan.

Beasiswa dan Penunjang Pendidikan

blank
Ketua Baznas Kebumen Ahmad Sahli Syam simbolis menyerahkan beasiswa penunjang pendidikan kepada seorang siswa, Jumat 12/12.(Foto:SB/Kominfo)

Baznas Kebumen juga menyalurkan Beasiswa dan Penunjang Pendidikan senilai Rp 681.000.000, memberikan ruang bagi pelajar untuk menatap masa depan dengan keyakinan yang lebih kuat. Secara simbilisketua Baznas Kebumen Ahmad Sahli Syam menyerahkan  beasiswa kepada seorang pelajar.

Bupati Lilis turut menyampaikan terima kasih kepada para guru ngaji atas ketelatenan mereka merawat nilai-nilai Al Quranidi desa-desa.

“Dedikasi panjenengan luar biasa, dan saya paham insentif ini tidak sebanding dengan pengabdian yang panjenengan tunaikan. Semoga dukungan ini menjadi tambahan energi,”harapnya.

Apresiasi juga diberikan kepada Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) Kebumen yang berhasil meraih peringkat 6 tingkat Provinsi Jawa Tengah, menjadikannya inspirasi bagi generasi muda di daerah tersebut.

Di tengah suasana syukur ini, Bupati Lilis juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengalihkan perhatian pada saudara-saudara yang sedang tertimpa bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Hari ini, Pemerintah Kabupaten Kebumen membuka ruang berbagi melalui Gerakan Kebumen Peduli yang dikoordinasikan bersama PMI dan Baznas,”ujar Lilis.

Gerakan ini didasarkan pada Surat Edaran Nomor 300.2/2282 Tahun 2025. Bupati mengajak Forkopimda, ASN, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga warga Kebumen untuk berpartisipasi tanpa paksaan.

Sebagai bantuan awal, Pemerintah Kabupaten Kebumen (Pemkab) dan Korpri Kebumen telah menyalurkan dana bantuan senilai Rp 225 juta (Pemkab Kebumen Rp200.000.000,

Bantuan ke Sumatera

Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen Edi Rianto menjelaskan,  surat edaran penggalangan dana ini bersifat pribadi (antar-pemerintahan atau government to government), namun pada prinsipnya, seluruh masyarakat bebas untuk ikut berdonasi melalui gerakan ini.

Dana untuk Korban Bencana Alam Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat resmi diluncurkan dengan harapan uluran tangan dari Kebumen menjadi sumber ketenangan dan harapan baru bagi para korban bencana.

“Kami buka penggalangan dana ini selama masa tanggap darurat bencana, kan baru saja diperpanjang lagi, jadi ya kami mengikuti masa itu,”jelas Edi Rianto.

Komper Wardopo