TEGAL (SUARABARU.ID) – Komoditas rempah-rempah asal Tegal, Jawa Tengah, diminati pasar India. Produk itu diantaranya seperti kapulaga, pala, kayu manis, hingga jahe.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah, Willy Indra Yunan, mengatakan, pangsa pasar rempah-rempah asal Jateng khususnya sudah merambah pasar ekspor ke India.
“Potensi ekspornya kian menjanjikan seiring permintaan pasar yang semakin meningkat,” kata dia, belum lama ini.
Potensi ekspor rempah itu, menjadi peluang bagj petani untuk menggencarkan budidaya tanaman rempah-rempah. Diharapkan hasil produk petani lokal mampu berdaya saing di pasar internasional.
Willy, mencontohkan, pada pekan pertama Oktober 2025, petugas karantina di Satuan Pelayanan Pelabuhan Tegal melakukan telag melakukan pemeriksaan terhadap produk rempah yang akan diekspor ke India.
Produk itu di antaranya 250 gram pala, 250 gram kapulaga, 500 gram kayu manis, 500 gram jahe.
Dikatakan Willy, serangkalan tindakan karantina dilakukan untuk memastikan produk tersebut bebas organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).
Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui komoditas tersebut dalam kondisl bersih, kering, sehat, bebas dari hama penyakit yang membahayakan.
Selanjutnya BKHIT menerbitkan Phytosanitary Certificate sebagal jaminan diterima ke india.
“Kami mendukung akselerasi dengan memastikan komoditas yang akan dlekspor memenuhi standar keamanan dan persyaratan kesehatan ke negara tujuan. Harapannya, komoditas Jawa Tengah akan makin dikenal di pasar internasional,” katanya. (*)
Diaz Azminatul Abidin













