blank
Ketua PDM Jepara, Fachrurrozi, saat memeberi sambutan. Foto: Dina

JEPARA (SUARABARU.ID) – Kompleks Masjid Al-Muttaqien Kedung menjadi pusat pertemuan ribuan jamaah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah pada Ahad (14/6/2026) bertepatan dengan 28 Dzulhijjah 1447 H. Pada kesempatan tersebut diselenggarakan Pengajian Triwulan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara Putaran ke-9 yang ditempatkan di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedung dengan mengusung tema “Memperkuat Ghirah Bermuhammadiyah Menuju Jepara Berkemajuan.”

Sejak pagi, suasana pengajian berlangsung semarak. Berbagai penampilan dari lembaga pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kedung sukses menyambut kedatangan jamaah. Anak-anak TK menampilkan gerak dan lagu anggota tubuh dalam bahasa Arab sebagai wujud pengenalan dan penguatan kemampuan berbahasa Arab sejak dini. Selain itu, ditampilkan pula Tari Tujuh Kebiasaan Anak Hebat sebagai bentuk dukungan terhadap program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dipimpin Abdul Mu’thi.

blank
Pengajian Triwulan kali ini menghadirkan pembicara utama Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag., Ketua PDM Kota Semarang

Tidak kalah menarik, siswa-siswi MI Roudhotus Shibyan turut menampilkan hafalan Al-Qur’an (tahfiz) yang menjadi salah satu program unggulan madrasah. Penampilan tari Samba sebagai tarian penyambutan juga menambah semarak dan hangatnya suasana pengajian.

Kegiatan ini juga menjadi ajang pemberdayaan ekonomi umat. Beragam produk UMKM binaan ibu-ibu ‘Aisyiyah turut meramaikan lokasi kegiatan, mulai dari jajanan sehat, produk olahan rumahan, hingga kerajinan tangan. Selain itu, sejumlah puskesmas turut berpartisipasi dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi jamaah.

blank
Berbagai penampilan dari lembaga pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kedung sukses menyambut kedatangan jamaah.

Ketua PCM Kedung sekaligus Ketua Panitia, Hadi Sarwoko, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mempersiapkan pengajian yang menghadirkan ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Jepara.

“Pengajian Triwulan ini menjadi nikmat besar yang patut kita syukuri. Terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah hadir dan mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hadi juga menyampaikan salah satu program strategis Majelis Kesehatan Muhammadiyah, yakni dukungan terhadap pembangunan Rumah Sakit Nyai Walidah Jepara yang terus berkembang berkat partisipasi dan kepedulian warga persyarikatan.

blank
Berbagai penampilan dari lembaga pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kedung sukses menyambut kedatangan jamaah.

Sementara itu, Ketua PDM Jepara, Fachrurrozi, menjelaskan bahwa Pengajian Triwulan lahir dari semangat mempererat silaturahmi antarwarga Muhammadiyah di Kabupaten Jepara.

“Awalnya kegiatan ini didasari keinginan untuk memperkuat silaturahmi antar jamaah. Kemudian diprogramkan menjadi Pengajian Triwulan Hari BerMuhammadiyah sebagai sarana bersilaturahmi, dan bertalabul ilmi secara berjamaah,” jelasnya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian warga Muhammadiyah dalam momentum Idul Adha tahun ini. Melalui Lazismu, akumulasi kurban dari semua Ranting atau jama’ah warga Muhammadiyah Jepara yang apabila didanakan berhasil melampaui target yang ditetapkan dan menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi Muhammadiyah.

blank

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Pemerintah Kecamatan Kedung. Camat Kedung, Himawan Muttaqin, berharap pengajian mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Semoga pengajian ini menghadirkan ilmu yang amaliah dan amal yang ilmiah. Apa yang diperoleh dari majelis ilmu hendaknya diyakini dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

blank

Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung program pembangunan Kabupaten Jepara melalui visi MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius). Menurutnya, Muhammadiyah telah memberikan kontribusi nyata dalam membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

“Keberadaan Muhammadiyah telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semangat memberi lebih baik daripada meminta menjadi kekuatan yang terus hidup dalam gerakan Muhammadiyah,” tambahnya.

Pengajian Triwulan kali ini menghadirkan pembicara utama Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag., Ketua PDM Kota Semarang. Dalam tausiyahnya, Beliau mengingatkan pentingnya keikhlasan sebagai karakter utama kader Muhammadiyah.

“Menjadi kader Muhammadiyah harus dilandasi keikhlasan. Tidak harus selalu tampil di depan atau mencari pengakuan. Setiap orang memiliki perannya masing-masing dalam memberikan manfaat bagi umat,” ungkapnya.

Beliau kemudian menyampaikan analogi menarik tentang kader Muhammadiyah yang diibaratkan seperti buah kelapa. Dari akar hingga buahnya, seluruh bagian kelapa memberikan manfaat yang luar biasa, namun tidak pernah menuntut pujian.

“Jadilah kader Muhammadiyah seperti kelapa. Manfaatnya dirasakan banyak orang, tetapi tidak sibuk meminta disebut atau dipuji,” pesannya yang disambut antusias jamaah.

Menurutnya, Pengajian Triwulan memiliki peran penting dalam menghidupkan kembali ghirah warga Muhammadiyah, khususnya di cabang-cabang yang jumlah jamaahnya masih terbatas. Melalui forum tersebut, warga dapat memperoleh nasihat, memperkuat ukhuwah, sekaligus memperdalam pemahaman keislaman dan kemuhammadiyahan.

Beliau juga menegaskan bahwa kebanggaan menjadi bagian dari Muhammadiyah harus diwujudkan melalui amal nyata, bukan sekadar identitas. Semangat Teologi Al-Ma’un harus terus menjadi energi penggerak dalam menebarkan kemanfaatan bagi masyarakat luas.

“Implementasi Al-Ma’un telah diwujudkan Muhammadiyah melalui berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Inilah bentuk dakwah yang nyata,” tegasnya.

Pada bagian akhir kajian, Beliau mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kelompok-kelompok yang membutuhkan bantuan, termasuk para guru Muhammadiyah di sekolah-sekolah yang masih menghadapi keterbatasan kesejahteraan. Menurutnya, Lazismu dan seluruh elemen persyarikatan perlu terus memperkuat kepedulian agar kemakmuran amal usaha Muhammadiyah dapat dirasakan secara merata.

Pengajian Triwulan PDM Jepara Putaran ke-9 di PCM Kedung pun berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Selain menjadi sarana menimba ilmu, kegiatan ini semakin memperkokoh ukhuwah, menguatkan ghirah bermuhammadiyah, serta meneguhkan komitmen bersama untuk mewujudkan Jepara yang berkemajuan.

Muhammad Fikri Haikal – Dina Setyaningsih_