blank
Mahasiswa USM memamerkan hasil program kerja mereka dalam Expo KKN Tematik VI Semester Genap 2025/2026, di Auditorium Ir Widjamoko. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Lebih dari 180 mahasiswa Universitas Semarang (USM), memamerkan hasil program kerja mereka, dalam Expo KKN Tematik VI Semester Genap 2025/2026, di Auditorium Ir Widjamoko USM, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Ke-39 USM itu, menampilkan lebih dari 90 produk inovasi hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dan mitigasi bencana.

Kegiatan yang mengusung tema ‘Integrasi Peningkatan Perekonomian Masyarakat dan Mitigasi Bencana Berbasis Pemberdayaan Masyarakat’ itu, menampilkan berbagai inovasi mahasiswa yang telah diterapkan di empat kelurahan, pada dua kecamatan di Kota Semarang.

BACA JUGA: Mahasiswa Harus Kedepankan Kritik yang Obyektif

Wakil Rektor I USM, Prof Dr Ir Haslina MSi mengatakan, Expo KKN Tematik menjadi wadah untuk menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat, melalui berbagai inovasi yang telah dihasilkan selama pelaksanaan KKN.

”Hari ini diselenggarakan Expo KKN Tematik VI USM, yang diikuti lebih dari 180 peserta. Inovasi yang dihasilkan dari peserta KKN ini, lebih dari 90 karya inovasi. Semoga ini tidak berhenti di expo hari ini saja, tetapi bisa berintegrasi melalui ekonomi yang berkelanjutan, dan lingkungan yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

Dia berharap, hasil-hasil inovasi mahasiswa itu dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain itu juga, dapat menjadi jembatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

BACA JUGA: UKM Pengawal Ideologi Bangsa USM Gelar Talkshow Penguatan Nilai-nilai Pancasila

”Saya berharap, expo ini bisa menjembatani antara USM, pemerintah daerah dan masyarakat. Kegiatan seperti ini harus ada keberlanjutannya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM, Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT menambahkan, KKN Tematik USM tidak hanya berorientasi pada kegiatan pengabdian yang bersifat seremonial, melainkan diarahkan untuk membangun ketahanan masyarakat secara berkelanjutan, yang selaras dengan program Pemerintah Kota Semarang.

Melalui program itu, mahasiswa didorong untuk berperan sebagai agen pemberdayaan masyarakat, dengan membantu pengembangan UMKM, digitalisasi pemasaran, penguatan ekonomi kreatif, serta memberikan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.

BACA JUGA: Fakultas Teknik USM Bangun Sinergi Kokoh antara Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah

”Tujuannya, menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan sosial maupun kebencanaan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga memastikan program-program yang dijalankan mahasiswa berbasis pada kebutuhan riil masyarakat, dan dapat memberikan dampak berkelanjutan. Hasilnya, sejumlah luaran berhasil dicapai, antara lain sembilan sertifikat halal, delapan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi UMKM, tiga hak cipta, serta tujuh artikel ilmiah.

Selain penguatan ekonomi masyarakat, mahasiswa juga menghasilkan berbagai inovasi di bidang mitigasi bencana. Salah satunya, alat deteksi longsor yang dikembangkan mahasiswa Teknik Sipil USM.

BACA JUGA: Gelar USM Prasasta Gala Awards 2026, USM-Kadin-PWI Jateng Sepakat Bangun Sinergi

”Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dinilai mampu meningkatkan partisipasi warga dalam pengembangan potensi lingkungan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ungkapnya.

Dia berharap, melalui Expo KKN Tematik VI ini, berbagai inovasi yang telah dihasilkan mahasiswa tidak berhenti sebagai program jangka pendek, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Riyan