blank
Barisan Batik Carnival ikut ditampilkan dalam memeriahkan prosesi pawai budaya tradisi Bersih Dusun di Dusun Pelem, Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Ist)
SURAKARTA (SUARABARU.ID – Tradisi Bersih Dusun di Dusun Pelem, Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Minggu (14/6/26) tampil beda. Dimeriahkan karnaval budaya, menampilkan Batik Carnival dengan busana layaknya dari negeri dongeng.

Batik Carnival adalah parade budaya atau festival jalanan, yang menampilkan kostum-kostum megah, unik dan artistik, berbahan dasar kain batik didukung kelengkapan asesories menarik. Acara ini, memadukan unsur busana tradisional dengan koreografi modern, demi mewujudkan agenda wisata budaya. Event ini, hadir menjadi ajang pamer kreativitas para desainer dan masyarakat, dalam mengolah batik menjadi karya tiga dimensi.

Kecuali Batik Carnival, pawai budaya Bersih Dusun di Pelem, Desa Watangrejo tersebut, juga menampilkan drum band pelajar dan pawai kendaraan hias serta kemunculan tokoh Kethek Ogleng. Disamping tampilan bercorak tradisional, yang mewarnai tradisi Bersih Dusun. Yaitu kirab usungan gunungan yang dirangkai dari beragam hasil bumi petani.

Bersih Dusun, menjadi tradisi yang setiap tahun digelar. Dimeriahkan dengan hiburan wayang kulit semalam suntuk. Untuk pagelaran wayang kulit akan dilaksanakan Selasa malam Tanggal 16 Juni 2026. ”Akan menyajikan Lakon Asmoro Bumi, yang dimainkan Dalang Ki Subarjo dari ISI Solo,” ujar Parmin. Salah satu warga Dusun Pelem ini, menyatakan, dalam rangkaian Bersih Dusun, juga digelar turnamen bola voli.
Dalam Bersih Dusun, pagelaran wayang kulit semalam suntuk sering disertakan sebagai media hiburan dan sekaligus menjadi sarana untuk tirakat pantang tidur semalam. Tujuannya, agar permohonan warga dusun senantiasa dikabulkan Tuhan. Yakni supaya warga dusun senantiasa dalam lindungan dan keberkahan Tuhan, serta menjadi sarana tolak balak supaya dijauhkan dari lilitan panandang sebel sial.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk, sebelumnya dipentaskan dalam tradisi Bersih Desa yang digelar oleh warga Dusun Bogor, Blotan dan Dusun Tegalrejo. Lokasinya di Balai RW 2, Desa Kepuh, Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo. Menyajikan Lakon Wahyu Kamulyan oleh Dalang Ki Sri Susilo Tengkleng.
Reog

Di Desa Kebonagung, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Bersih Dusun dimeriahkan pentas Reog Dadak Merak dari Group Krido Taruno. Juga wayangan semalam suntuk Lakon Bharata Yuda, oleh dua dalang Ki Gede Ariawan WK dari Kediri, Jawa Timur, dan Ki Budi Warsito dari Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Di Dusun Sambirejo, Desa Celep, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, tradisi Bersih Desa juga dimeriahkan pentas wayang kulit semalam suntuk. Menyajikan Lakon Ndaru Pringgondani, dimainkan Dalang Ki Dunung Siswoyo. Sebelumnya, wayangan Bersih Dusun di Sengon, Desa dan Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, menampilkan Dalang Ki Hanggoro Murti SSn, dengan Lakon Wahyu Katetreman.
Di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tradisi Bersih Dusun ada yang dikemas sebagai event wisata religi Nyadran Gedong Pulungsari. Ini dilakukan oleh warga Dusun Dondong, Desa Pundungsari. Diawali prosesi kirab gunungan dan sesaji ayam panggang. Kemudian melakukan ritual berdoa di Makam Eyang Sumadi dan Eyang Sudarminah. Kedua tokoh ini, dikenal sebagai putra-putri Ke 53 dan Ke 59 Ngarso Dalem Hamengku Buwono (HB) Ke-II.

Budayawan Jawa peraih anugerah Bintang Budaya, Drs Kanjeng Raden Arya (KRA) Pranoto Adiningrat MM, menyatakan, Bersih Dusun memiliki sejarah panjang di masyarakat Jawa. Keberadaannya, dituliskan pada Ensiklopedi Kejawen, Buku Bauwarna Adat Tata Cara Jawa karya Drs R Harmanto Bratasiswara pada halaman 123-124.

Bersih Dusun, menjadi tradisi masyarakat Jawa yang dimensional. Yaitu sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Yakni dzat yang telah memberikan anugerah rezeki atas diperolehnya panen hasil bumi yang melimpah. Melalui Bersih Dusun, warga juga memaknai keberadaan Danyang Cikal Bakal, yakni tokoh pendahulu yang berjasa telah membuat dusun untuk pemukiman. Juga menjadi media permohonan doa tolak balak, untuk membersihkan desa dari gangguan gaib negatif, agar warga senantiasa selamat, aman dan tenteram.(Bambang Pur)