blank
Panitia penyelenggara saat menggelar konferensi pers, terkait kesiapan Turnamen Tenis Tugu Muda Cup 2025. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Turnamen Tenis Tugu Muda Cup 2025 akhirnya kembali digelar di Semarang, usai vakum selama empat tahun lamanya. Event bergengsi ini sebelumnya memang dikenal sebagai Kejuaraan Nasional Tenis Junior.

Ajang prestisius bagi atlet muda itu, akan dihidupkan kembali oleh Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jawa Tengah, bersama Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), serta sejumlah mitra.

Hal itu terungkap ketika digelar konferensi pers Turnamen Tenis Tugu Muda Cup 2025, di Ruang Rapat GKB 3 Lantai 9, Unimus, Selasa (7/10/2025). Ketua Pengprov Pelti, Samarinda, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh panitia dan sponsor, atas dukungan yang membuat turnamen ini kembali terlaksana.

BACA JUGA: PGN Terus Turunkan Emisi Karbon, Angkanya Capai 24.861 Ton CO₂e

”Turnamen ini dulunya ikon tenis anak-anak di Semarang. Tapi sejak sebelum pandemi, kegiatan ini sempat berhenti cukup lama. Karena itu, kami sepakat untuk menghidupkannya kembali,” ujarnya.

Menurut Samarinda, Tugu Muda Cup merupakan momentum kebangkitan tenis Jateng. ”Kalau Jenny Chan bisa menembus 100 besar dunia, saya yakin dari Jateng pun bisa lahir atlet sehebat itu. Asal pembinaan seperti ini terus berlanjut,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Tugu Muda Cup 2025 yang juga Rektor Unimus, Prof Dr H Masrukhi MPd menjelaskan, kejuaraan ini akan digelar selama tujuh hari, Senin-Minggu (13-19/10/2025).

BACA JUGA: Kota Magelang Jadi Inspirasi Studi Lapangan Kepemimpinan Nasional

Event ini akan menggunakan lima lokasi lapangan tenis di Kota Semarang. Seperti di Lapangan Tenis Tri Lomba Juang, Lapangan Tenis Unimus, Lapangan Tenis Universitas Negeri Semarang, Lapangan Tenis Jatidiri, dan Lapangan Tenis Tambora.

”Total ada 19 lapangan yang siap digunakan. Dengan jumlah ini, pertandingan bisa berlangsung lebih efisien, tanpa harus sampai malam hari, seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” jelas Masrukhi.

Dia juga menyebut, turnamen yang pertama kali digelar pada 1987 itu, telah melahirkan banyak atlet Nasional. Di antaranya Yayuk Basuki, Prima Simpatiaji, Wynne Prakusya, hingga Aldila Sutjiadi.

BACA JUGA: Wujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Barang Milik Daerah, Pemprov Jateng Luncurkan Aplikasi Sapubarbar

”Banyak petenis Nasional yang kariernya dimulai dari sini. Karena itu, kami ingin menghidupkan kembali semangat legendarisnya,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, melibatkan kolaborasi antara Pelti Jateng, KONI Jateng, Unimus, Unnes, dan Unidi. Dukungan sponsor juga datang dari berbagai pihak, seperti Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia, Bank Jateng Syariah, Dunlop, Sido Muncul, Samarinda Art Studio, dan Trihasta Sejahtera.

”Hadiah bagi para juara tidak dalam bentuk uang, melainkan peralatan olahraga. Ini sesuai dengan ketentuan pembinaan atlet muda, dan sudah didukung penuh oleh Dunlop,” tambah Masrukhi.

BACA JUGA: Wujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Barang Milik Daerah, Pemprov Jateng Luncurkan Aplikasi Sapubarbar

Panitia juga memastikan turnamen digelar dengan standar profesional. Seluruh wasit memiliki lisensi resmi dari Pelti, dan setiap venue disiapkan tim medis dari Rumah Sakit Unimus, serta Rumah Sakit Gigi Mulut Pendidikan.

”Kami ingin memastikan kejuaraan ini memenuhi standar keselamatan dan kesehatan atlet. Kami juga berharap turnamen ini tidak lagi vakum. Tugu Muda Cup harus menjadi tradisi, bukan sekadar nostalgia. Karena dari sinilah masa depan tenis Indonesia lahir,” tegas Masrukhi.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum KONI Jateng, Soedjatmiko menegaskan, event ini akan dijadikan agenda tahunan. Dia ingin dukungan sponsor terus mengalir, agar turnamen ini bisa naik level menjadi kejuaraan internasional.

BACA JUGA: Teras Rektor dalam GIHN 2025, Gaungkan Inovasi Berdampak

”Prof Masrukhi ini bukan hanya sebagai ketua panitia, tapi juga selaku Ketua Dewan Penasihat Pelti Jateng. Ke depan kita rancang menjadi agenda tahunan, bahkan tidak menutup kemungkinan, bisa dikembangkan ke level internasional,” ujarnya.

Soedjatmiko juga mengungkapkan, hingga awal pekan ini jumlah peserta telah mencapai 284 atlet, dari berbagai daerah. Saat ini pun masih terus bertambah, hingga batas akhir pendaftaran pada Jumat (10/10/2025).

”Antusiasme ini luar biasa, dan kami optimistis pelaksanaan pada 13 Oktober nanti bisa berjalan lancar,” tukasnya.

Riyan