blank
TPQ Aisyiyah Manafi’ul Ulum Blimbingrejo menggelar kegiatan Parenting dengan tema “Sinergi TPQ dan Wali Santri dalam Membentuk Generasi” pada Selasa, 16 Juni 2026

JEPARA (SUARABARU.ID)  – TPQ Aisyiyah Manafi’ul Ulum Blimbingrejo menggelar kegiatan Parenting dengan tema “Sinergi TPQ dan Wali Santri dalam Membentuk Generasi” pada Selasa, 1 Muharram 1448 H / 16 Juni 2026 M. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 120 wali santri ini bertujuan memperkuat kerja sama antara lembaga pendidikan Al-Qur’an dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter.

Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santriwati Aisyah Hafizah dan Azka Zhian dan dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Aisyiyah sebagai bentuk semangat kebersamaan dalam pendidikan.

Dalam sambutannya, Kepala TPQ, Ustazah Henny Fransiska, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada TPQ. Beliau juga mengingatkan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua dalam mendampingi perkembangan anak. “Orang tua dapat memantau perkembangan hafalan dan prestasi anak melalui kartu prestasi yang telah disediakan. Komunikasi yang baik antara TPQ dan wali santri sangat diperlukan agar tercipta kerja sama yang harmonis,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, sambutan dari PAUD Dasmen,  Rohmiyatun, menyampaikan informasi mengenai pembayaran dana pengembangan yang dapat diangsur sesuai kesepakatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan kurikulum TPQ oleh Ustazah Zuwati. Beliau menjelaskan bahwa materi utama pembelajaran adalah kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Selain itu, santri juga mendapatkan materi pendukung berupa persalatan, doa sehari-hari, surat pendek, ayat pilihan dan salat berjamaah di Musholla.

Sesi inti parenting disampaikan oleh  Yahud Tasbihah, dengan moderator Tri Novie Meryani. Dalam materinya yaitu “Orang Tua Zaman Now”, ia menekankan pentingnya keteladanan orang tua dalam mendidik anak.

 

Menurutnya, pembentukan karakter dan kebiasaan baik pada anak harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua dianjurkan membuat kesepakatan bersama anak terkait penggunaan gadget, Ia  juga menjelaskan bahwa kesiapan anak untuk belajar membaca tidak hanya ditentukan oleh usia, tetapi juga oleh kemampuan dasar seperti mengenal bentuk, membedakan bunyi, mengenali pola, dan memahami intonasi.

Kegiatan parenting ditutup dengan harapan agar hubungan antara TPQ dan wali santri semakin erat sehingga dapat bersama-sama membentuk generasi yang berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an, serta memiliki karakter yang kuat di tengah tantangan zaman, serta langkah nyata dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara keluarga dan TPQ demi tercapainya tujuan pendidikan yang optimal bagi anak-anak.

Fikri Haikal – Edy S