blank
Ilustrasi. Reka: wied-SB.ID

blank

MASIH tentang kata ora yang artinya tidak, sebuah ungkapan penolakan, negasi, bahkan bisa juga berupa penyangkalan, denial; kosok balen, berlawanan.  Namun, ora juga dapat bermakna sebuah keharusan, dapat juga bernada saran atau pun kritik. Berbagai arti itu sangat bergantung kepada kata yang menyertai ora. Kali  ini tentang frasa ora-orane ye……

Ungkapan lewat bahasa (idiom), terutama dalam bahasa Jawa, nuansanya kadang-kadang sangat serius mantap, namun kadang sangat meremehkan, menganggap segala sesuatunya itu enteng-enteng saja. Salah satu contohnya adalah ungkapan Ora-orane, yen ………….

Betapa tidak menganggap segalanya enteng-enteng saja membaca ungkapan ini?  “Ora-orane yen konangan; lanjut saja korupsimu.” Dalam ungkapan ora-orane yen konangan ini,  terkandung semacam “cibiran meremehkan:” tidak mungkin akan ketahuan.

Ketika orang dibujuk-bujuk untuk bersedia bertransmigrasi, bisa saja ungkapannya senada: “Ora-orane yen bakal kapiran,  di sana.” Kalian tidak akan diabaikan, tidak akan kelaparan, di tempat transmigrasi, karena selama enam bulan masih akan diberi bantuan, dsb. dst.

Baca juga Ora Nglegewa

Dan orang-orang yang terbujuk pinjol, mungkin saja tawarannya berbunyi: “Ora-orane yen mleset, jangan takut tertunda semenit pun: Pagi ini syarat-syarat terpenuhi, pagi ini juga uang diterima. Dalam kondisi sedang sangat butuh uang lima ratus ribu, siapa tidak akan tergiur Ketika sepuluh menit lagi uang 500 ribu itu tersedia.

Ora, yen …….

Ungkapan “ora yen…….” mengungkapkan jaminan bahwa apa yang diinginkan pasti akan tercapai/terjadi. “Ora yen aku ngapusi,” jangan khawatir bahwa saya akan menipumu. Penegasan seperti itu semakin terasa mantap ketika kata ora diulang, “Ora-orane yen aku ngapusi.” Ungkapan ora yen ……. bukan saja jaminan, tetapi juga penegasan betapa tidak perlu khawatir tentang apa pun. Lihat contoh yang sering dikatakan orang berikut ini:

  • Gak usah khawatir, ora-orane yen aku bilang ke Bos
  • Ora-orane yen bojomu ngerti kalau kita selingkuh; kan tidak seorang pun tahu?
  • Aman, santai saja Bro, ora-orane yen bocor rahasia kita ini.

Mengapa enteng?

Mengapa ada saja anggapan bahwa korupsi, selingkuh, rahasia, dan sebagainya itu dipandang biasa-biasa atau enteng-enteng saja dan tidak perlu dikhawatirkan? Jawabannya, karena pelaku merasa sudah bertindak seaman mungkin, nyaris tak seorang pun tahu/dengar.

Mengapa harus khawatir? Ora-orane yen …….. bakal konangan, misalnya. Di samping merasa aman, idiom ora-orane yen …….. sudah menghibur sejak awal, seolah memberi jaminan, bahkan dapat menjadi kata-kata sakti bertuah. Ora-orane yen ……………………..

Seorang pengacara terkenal namun pongah mati-matian membela perkara seorang petani dusun lugu lugas. Di tengah-tengah istirahat, pengacara itu mendoktrin petani itu agar bersikap tegar, tegas, dan tegap.

Baca juga Ora Mitayani

“Posisi duduk jangan membungkuk, dan kepala harus tegak memandang semua secara tajam,” kata pengacara itu. Petani itu terdiam, membuat pengacara itu agak jengkel. “Mengapa diam saja, ora–orane yen kalah?” sergah pengacara itu.

Petani itu lalu menjawab pelan: “Pak, saya itu petani puluhan tahun. Saya banyak belajar dari tangkai-tangkai padi ketika mulai bermunculan bunga padi itu sampai menjadi padi menguning siap di panen. Tangkai-tangkai itu semakin menunduk manakala bulir-bulir padi itu semakin tua dan berisi; sementara tangkai-tangkai yang kosong, ia tegak berdiri.” Suasana senyap, semua terdiam, dan pengacara itu berwajah pucat, diam seribu bahasa, dan mungkin berfikir: Ora-orane yen ….

Dosen pascasarjana dalam mata kuliah Pengembangan Masyarakat (UNS, Surakarta), dan Filsafat Ilmu (SCU, Semarang)