SRAGEN (SUARABARU.ID)– Sehari menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Mbah Lampi ketiban rejeki nomplok dari jajaran Polres Sragen.
Rumah tidak layak huni miliknya di Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen selesai dibangun. Rumah impian itu menjadi hadiah istimewa dari Polres Sragen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Momen paling mengharukan terjadi saat Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menggandeng tangan Mbah Lampi menuju rumah barunya.
“Ini rumah Mbah Lampi sekarang sudah bagus,” tutur Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari saat menuntun Mbah Lampi menuju rumahnya yang baru.
Dengan langkah perlahan, lansia yang selama ini hidup sebatang kara itu memasuki rumah yang selesai dibangun, disambut tepuk tangan dan doa dari warga yang hadir. Rasa haru dan bangga menyelimuti hadirin.
Peresmian rumah tersebut menjadi penutup rangkaian program bedah rumah yang dilaksanakan Polres Sragen sebagai bagian dari bakti sosial Hari Bhayangkara ke-80.
Acara peresmian bedah rumah ditandai dengan pemotongan tumpeng serta doa tersebut, dihadiri Wakapolres Sragen Kompol Nunung Farmadi, Pejabat Utama Polres Sragen, para Kapolsek wilayah Kawedanan Gemolong, Kepala Desa Gading Puryanto beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, relawan, dan warga sekitar.
Dalam sambutannya, Kapolres Sragen mengatakan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi momentum refleksi bagi institusi Polri, tetapi juga kesempatan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi-aksi kemanusiaan.
“Rumah ini bukan sekadar bangunan. Di dalamnya ada harapan, ada kepedulian, ada semangat gotong royong, dan ada kasih sayang dari banyak pihak yang ingin melihat Mbah Lampi hidup lebih nyaman dan lebih layak,” ujar AKBP Dewiana.
Kapolres menjelaskan, program bedah rumah tersebut berawal dari pendataan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan. Setelah menerima laporan mengenai kondisi Mbah Lampi yang hidup seorang diri dengan rumah yang memprihatinkan, Polres Sragen bergerak cepat merealisasikan pembangunan hingga akhirnya selesai tepat sehari sebelum puncak Hari Bhayangkara ke-80.
Kepedulian Sosial
Menurutnya, kehadiran Polri harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang mampu memberikan harapan baru bagi warga yang membutuhkan.
Peresmian rumah berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Warga yang sejak awal bergotong royong membantu proses pembangunan tampak larut dalam kebahagiaan melihat Mbah Lampi akhirnya memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak huni.
Ucapan syukur dan doa terus mengalir dari masyarakat kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mewujudkan rumah baru tersebut.
Kebersamaan antara Polri, pemerintah desa, relawan, dan warga menjadi gambaran nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan dalam membantu sesama.
Program bedah rumah Mbah Lampi menjadi salah satu wujud implementasi tema “Polri Untuk Masyarakat” pada Hari Bhayangkara ke-80. Bukan hanya membangun sebuah rumah, tetapi juga membangun optimisme, menghadirkan kepedulian, dan mempererat hubungan emosional antara Polri dengan masyarakat.
Di penghujung acara, Kapolres kembali mendampingi Mbah Lampi meninjau setiap sudut rumah barunya. Wajah Mbah Lami nampak memancarkan kebahagiaan, karena mendapatkan hadiah berupa rumah nan indah itu.
Anind













