KOTA MUNGKID
(SUARABARU.ID) – Bayer Indonesia, perusahaan life science global dengan kompetensi di bidang kesehatan dan pertanian, menggelar temu 500 petani muda di Lapangan Cakra Buana, Dusun Krangean, Desa/Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Senin (29/6).
Head of Better Life Farming (BLF) Bayer Indonesia, Maria Magdalena Pakpahan, menuturkan, acara itu merupakan bagian dari Program Bayer SATRIA (Sinergi Petani Muda Mitra Bayer untuk Indonesia). Yakni inisiatif pemberdayaan generasi muda untuk mengembangkan usaha tani yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Petani Indonesia berperan strategis dalam mendorong perekonomian nasional melalui produksi pangan dan komoditas strategis. Sekaligus menjadi pilar ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian.
Akan tetapi, Indonesia tengah menghadapi tantangan dalam regenerasi petani. Sensus Pertanian 2023 mencatat, mayoritas petani aktif di Indonesia berusia di atas 45 tahun (66,44%). Sebaliknya, rasio petani muda hanya 21,93% dari total petani Indonesia. Tanpa intervensi yang melampaui pendekatan konvensional, situasi itu bisa mengancam kedaulatan pangan nasional.
Dijelaskan, program Bayer SATRIA merupakan perluasan strategis dari inisiatif Better Life Farming (BLF) dari Bayer yang telah berjalan sejak 2020. BLF secara konsisten mendampingi lebih dari 1,8 juta petani lahan kecil di Indonesia dan akan terus bertambah. Dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, serta keberlanjutan pertanian.
“Generasi muda berperan penting bagi kemajuan dan ketahanan pangan Indonesia. Better Life Farming memberikan kami pengalaman dan pemahaman langsung bagaimana pendampingan yang tepat mampu mengubah cara petani bekerja dan meningkatkan kehidupan mereka. Kini, Program Bayer SATRIA menjadi pendekatan baru untuk menguatkan transformasi pertanian generasi berikutnya. Regenerasi petani bukan hanya tentang kuantitas, tetapi juga kualitas – yaitu petani muda yang siap, adaptif, dan bangga dengan profesinya,” ujar Maria Magdalena Pakpahan.
Selebihnya dipaparkan, program unggulan itu hadir untuk petani muda yang aktif di bidang pertanian, maupun anak muda yang mempunyai minat besar untuk memajukan pertanian Indonesia. Mereka mendapatkan pembekalan pengetahuan dan keterampilan, akses terhadap teknologi pertanian modern yang berkelanjutan, dan wawasan untuk meningkatkan kapabilitas digital mereka.
Program tersebut dibangun di atas empat pilar. Pertama, Inovasi Teknologi Pertanian, yakni akses terhadap teknologi pertanian untuk penerapan good agricultural practice guna meningkatkan produktivitas sekaligus penguatan ketahanan usaha tani. Kedua, Digital Marketing, berupa pemanfaatan media sosial dan platform daring untuk memasarkan hasil pertanian.
Ekosistem
Lalu yang ketiga Ekosistem Pertanian, merupakan kolaborasi antara akses pembiayaan, monitoring dan pendampingan petani, serta offtaker. Merupakan upaya melibatkan petani muda sebagai bagian dari rantai nilai pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan. Sedangkan keempat adalah Agents of Change, yaitu mencetak petani muda sebagai Bayer Ambassador guna menyebarkan wawasan dan praktik pertanian yang baik kepada komunitasnya.
Disebutkan, Kabupaten Magelang menjadi salah satu dari tujuh wilayah prioritas untuk implementasi SATRIA. Berdasarkan catatan BPS Kabupaten Magelang, di daerah itu hanya 27.425 dari 177.765 petani aktif (15,43%) yang terkategori berusia muda.
Melalui kegiatan yang
dipusatkan di Lapangan Cakra Buana, Kecamatan Ngablak, kegiatannya melibatkan 500 petani muda dari berbagai kecamatan. Itu menjadi puncak Program Bayer SATRIA di wilayah Magelang. Berfokus pada komoditas cabai merah keriting.
Dijelaskan, selama kegiatan, para petani muda menerima pengayaan pengetahuan dan penggunaan teknologi untuk mengoptimalkan proses dan hasil pertanian. Salah satunya, pengenalan paket cabai super dari Bayer yang berpotensi meningkatkan hasil panen sekitar 23% pada lahan 0,5 hektar, dari 3,5 ton menjadi 4,3 ton dalam lima bulan budidaya.
Bukan hanya itu, dari sisi akses pembiayaan, Program Bayer SATRIA telah berkolaborasi dengan lembaga keuangan untuk memungkinkan petani muda mendapatkan fasilitas KUR dan non-KUR dengan bunga kompetitif.
Dari sisi akses pasar, petani muda di Magelang juga diperkenalkan dengan jalur pemasaran komoditas cabai dan kentang bersama Indofood. Juga, para petani muda belajar langsung dari influencer pertanian untuk membuat konten pertanian yang efektif guna mendukung pemasaran digital.
Salah satu peserta, Arum Wulandari, petani dari Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, menilai bahwa peningkatan kapasitas digital, yang didukung akses terhadap pasar, pembiayaan, dan teknologi pertanian, menjadi kunci bagi petani muda untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. “Pendampingan Program Bayer SATRIA memberikan manfaat nyata bagi saya. Selain memperkuat kemampuan dalam menerapkan praktik pertanian modern, program ini juga menjadi wadah untuk bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring dengan sesama petani, sehingga kami lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha tani yang berkelanjutan,” katanya.
Eko Priyono












