SRAGEN (SUARABARU.ID) – Pelantikan 27 Ketua Rukun Tetangga (RT) Desa Jenggrik, Kecamatan Kedawung, Sragen menarik perhatian. Pasalnya, semua Ketua RT itu saat dilantik Kamis (24/07/2025) mengenakan jas berdasi. Pemandangan yang langka terjadi untuk suatu pelantikan RT di desa.
“Pelantikan Ketua RT momentum yang yang layak dihargai,” ujar Darmin Kades Jenggrik.
Dari 27 Ketua RT yang terpilih, 14 diantaranya wajah baru. Tak hanya Pak RT yang hadir untuk dilantik. Istri Ketua RT juga hadir mengenakan baju kebaya, ikut mendampingi suami hadir dalam pelantikan. Pelantikan dihadiri semua Anggota BPD dan lembaga desa lain, termasuk perwakilan kader kesehatan, bidan dan PKK.
Saat pemilihan juga dibentuk Panitia Desa dan Panitia Lokal serta ada koordinatornya. Sehingga diharapkan selanjutnya nanti setiap pemilihan RT di Desa Jenggrik berstandar, tidak liar atau acak-acakan.
Kades Jenggrik Darmin mengungkapkan Ketua RT periode 2025 – 2030 hasil pilihan warga juga menandatangani Pakta Integritas. “Ini seperti layaknya pelantikan pejabat penting di Pemkab Sragen,” celetuk Suyadi Kurniawan, tokoh masyarakat Kecamatan Kedawung, Sragen.
Meski Ketua RT, lanjut Suyadi tapi harus memiliki komitmen dan tanggung jawab sehingga perlu juga menandatangani Pakta Integritas.
Kades Darmin mengungkapkan, honor sebagai Ketua RT besarannya sama dengan Ketua RT lain di Kabupaten Sragen Rp 350.000 per bulan dipotong pajak.
“Di Desa Jenggrik para Ketua RT selama masih menjabat juga diberi tanah kas Garapan (semacam bengkok) 1.000 m2 untuk dikelola,” ujarnya.
Itu rekognisi atau penghargaan bagi ketua RT di desa setempat yang mendapat amanah. Hasil dari tanah garapan selama menjabat Ketua RT itu untuk membantu kegiatan, termasuk menjamu pengurus RT maupun warga saat rapat.
Tentu dana dari hasil menggarap lahan yang 1.000 m2 tidak cukup. Itulah sebabnya, lanjut Kades para ketua RT yang bertugas sering dijuluki sebagai RT pengabdian untuk masyarakat.
Berbeda dengan di Semarang setiap Ketua RT untuk mencukupi biaya operasional dan pembangunan bakal diberi anggaran Rp 25 juta pertahun oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.
Anind













