blank
BNNP Jateng sisir tempat hiburan di Cilacap, 9 pengunjung dinyatakan positif narkoba. Foto: Dok/Humas

CILACAP (SUARABARU.ID) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggelar Operasi Yustisi di sejumlah tempat hiburan malam di Kabupaten Cilacap pada Sabtu hingga Minggu (27–28 Juni 2026).

Operasi yang berlangsung mulai pukul 23.00 WIB hingga 04.30 WIB tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jawa Tengah bersama Seksi Pemberantasan BNNK Cilacap.

Dalam operasi tersebut petugas menyasar empat lokasi tempat hiburan malam dan arena biliar yang menjadi titik keramaian masyarakat pada malam akhir pekan.

Diketahui, kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan Kepala Badan Narkotika Nasional RI kepada seluruh jajaran BNN di Indonesia agar semakin menggencarkan operasi pemberantasan menjelang puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen BNN dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Selama operasi berlangsung, petugas melakukan pemeriksaan identitas, pengawasan aktivitas pengunjung, serta tes urine secara acak terhadap para pengunjung yang berada di lokasi.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat menegaskan, momentum Hari Anti Narkotika Internasional harus dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat aksi dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

“Menjelang peringatan HANI 2026, kami tidak hanya mengedepankan kegiatan edukasi dan pencegahan, tetapi juga memperkuat aspek pemberantasan melalui operasi yang terukur dan berkelanjutan,” ujar Agus Rohmat, Selasa (30/6/2026).

Ia menambahkan, pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, operasi tersebuti akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, baik secara terbuka maupun tertutup, sebagai bentuk pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan penyalahgunaan narkotika.

“Tujuan utama operasi bukan semata-mata menemukan pelanggaran, tetapi menciptakan efek pencegahan (deterrent effect). Kami ingin memastikan tempat-tempat hiburan dan ruang publik tidak dimanfaatkan sebagai lokasi penyalahgunaan maupun transaksi narkotika. Operasi akan terus kami lakukan secara berkala dengan pola yang dinamis sehingga mampu menekan ruang gerak pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika,” tegasnya.

Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jawa Tengah, Kombes Pol. Henry Julius Pardomuan menjelaskan, operasi dilakukan berdasarkan analisis kerawanan wilayah serta pemetaan lokasi yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat cukup tinggi pada malam hari.

“Operasi dimulai sekitar pukul 23.00 WIB dengan melibatkan personel Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jawa Tengah bersama Seksi Pemberantasan BNNK Cilacap. Petugas melakukan pemeriksaan secara humanis namun tetap tegas sesuai standar operasional prosedur,” katanya.

Disebutkan, seluruh pengunjung yang menjadi sasaran dilakukan pemeriksaan identitas dan tes urine secara acak tanpa membedakan latar belakang maupun profesinya.

“Sebanyak 124 orang menjalani pemeriksaan urine. Dari jumlah tersebut terdapat sembilan orang yang menunjukkan hasil positif, terdiri dari satu orang terindikasi menggunakan metamfetamin dan delapan orang terindikasi benzodiazepin,” terangnya.

“Untuk memastikan hasil pemeriksaan benar-benar akurat, kami juga melakukan pengujian ulang terhadap sampel tertentu, sehingga total alat tes yang digunakan sebanyak 126 kit. Selanjutnya sembilan orang tersebut kami amankan ke BNNP Jawa Tengah untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, pendalaman, serta asesmen sesuai mekanisme yang berlaku,” imbuhnya.

Melalui kegiatan tersebut, BNNP Jawa Tengah berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika semakin meningkat.

BNNP Jawa Tengah memastikan operasi pemberantasan akan terus ditingkatkan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan penyalahgunaan narkotika.

Ning S