WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Pengurus Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Jawa Tengah menggelar babak kualifikasi olahraga bridge untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah di Gedung Korpri Wonosobo, mulai Kamis (24/7) hingga Minggu (27/7/2025).
Babak kualifikasi Porprov Bridge di Wonosobo tersebut diikuti 15 Cabor Gabsi dari Kabupaten/Kota. Dari hasil babak kualifikasi itu akan diambil 7 pasang untuk diikutkan Porprov Jateng pada tahun 2026 nanti.
Ketua Gabsi Jawa Tengah Abdul Hadi mengatakan bridge adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam berbagai ajang olahraga, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Bridge adalah permainan kartu yang membutuhkan strategi dan kemampuan analitis yang tinggi. Bridge dimainkan dengan menggunakan kartu remi dan melibatkan 4 pemain yang dibagi menjadi 2 pasangan,” katanya.
Olahraga bridge, lanjut dia, membutuhkan strategi dan kemampuan analitis yang tinggi untuk dapat memprediksi kartu lawan dan membuat keputusan yang tepat.
“Cabor bridge dipertandingkan dalam berbagai ajang olahraga, termasuk PON dan Porprov. Tujuannya untuk menentukan pasangan yang paling mahir dalam permainan bridge,” jelas dia.
Lebih Dikenal

Menurut Hadi, babak kualifikasi bridge Porprov Jateng digelar di Wonosobo untuk lebih mengenalkan olahraga raga ini di kalangan generasi muda dan masyarakat. Event olahraga bridge selama ini banyak digelar di Semarang dan Solo.
Maka sekali-sekali event olahraga bridge dilaksanakan kota-kota kecil, seperti di Wonosobo kali dan daerah-daerah lain di Jawa Tengah. Sehingga bridge lebih dikenal secara luas. Bisa muncul atlet-atlet dari daerah. Kini juga banyak atlet bridge perempuan,” ujarnya.
Hadi mengaku, pihaknya telah berbicara dengan Bupati Afif Nurhidayat dan Ketua KONI Wonosobo, Khozin. Mereka sangat mendukung olahraga bridge di sosialisasikan pada para pelajar di sekolah-sekolah. Perlu upaya pembinaan atlet olahraga bridge sejak dini.
“Peluang prestasi olahraga bridge sangat besar sekali. Kan medali di PON dihitung sama dengan cabang olahraga yang lain. Cuma peminat olahraga bridge ini memang masih agak kurang,” keluhnya.
Saat ini, menurutnya, pemain bridge rata-rata usianya sudah tua. Maka perlu ada upaya regenerasi dengan mengenalkan bridge bagi para pelajar dan kalangan generasi muda.
Muharno Zarka













