blank
Camat Tahunan Nurl Abdillah bersama Ketua Komite Sutarya saat melihat aktivitas mengukir. Foto: Hadepe

JEPARA (SUARABARU.ID) –  Ada yang luar biasa dan istimewa di SDN 2 Mantingan, Kec. Tahunan, Jepara, Sabtu (21/6-2025). Dalam rangka acara pelepasan 41  siswa kelas 6  dan sekaligus mengakhiri tahun ajaran 2024-2025, sekolah yang memiliki murid 301 anak ini menggelar acara spektakuler bertajuk Mandara Mengukir Generasi Emas. Sekolah ini  dipimpin  oleh Plt Kepala Sekolah  Eli Nuryanti, S.Pd.SD.,  M.Pd. Sedangkan Ketua Komite adalah Drs. Sutarya, M.M.

blank
Pengguntingan pita oleh Camat Tahunan Nuril Badilah bersama anggota DPRD Jepara Sholikin didampingi tamu undangan. Foto: Hadepe

Rangkaian acara yang dibuka oleh Bupati Jepara yang diwakili Camat Tahunan Nuril Abdilah ini dimulai dengan pelepasan siswa kelas 6 tersebut dilanjutkan dengan kegiatan yang  tak biasa dilakukan oleh sebuah satuan pendidikan setingkat SD / MI. Ada peragaan mengukir 50 siswa dan orang tua perempuan , gelar karya siswa dan orang tua yang menampikan 35 stand, lomba mewarnai ornamen ukir, lomba menyanyi  hingga fashion show.

blank
Plt Kepala SDN 2 Mantingan Eli Nuryanti saat melakukan peragaan mengukir. Foto: Hadepe

Banyaknya kegiatan yang bersentuhan dengan pelestarian seni ukir ini tak lepas dari peran Ketua Komite Sutarya yang dikenal sebagai salah seorang pelestari seni ukir Jepara. Juga dukungan dari Kepala Sekolah Eli Nuryanti, dewan guru, komite, oranag tua  dan warga masyarakat desa Mantingan.

“Kami ingin menanamkan kecintaan anak-anak terhadap pelestarian seni ukir yang menjadi salah satu program unggulan Bupati Jepara Witiarso Utomo,” ujar Sutarya yang juga Wakil Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara dan Dosen Unisnu Jepara. Pelestarian dan sekaligus pewarisan budaya ini harus dilakukan sejak dini, tambahnya

blank
Siswa SDN 2 Mantingan dengan antusias mengukir. Foto: Hadepe

Ada yang menarik dalam gelaran ini yaitu tampilnya 50 pengukir perempuan yang akan memeragakan ketrampilannya dalam acara Carving Show (Peragaan Mengukir). “Harapan kami ini menjadi salah satu penanda kebangkitan ukir Jepara,” tutur Sutarya.

Sementara Plt Kepala SDN 2 Mantingan Eli Nuryanti menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya atau yang akrab dikenal dengan nama “Mandara” juga mempunyai sanggar seni dan menggelar pameran karya sebagai implementasi Kurikulum Merdeka juga melaksanakan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

blank
Camat Tahunan Nuril Abdilah mewakili Bupati Jepara membuka acara . Foto: Hadepe

“Proyek PS pada tahun ajaran ini mengusung tema “Mandara Mengukir Generasi Emas”. Dengan hal tersebut, maka diperlukan anggaran dan sarana prasarana bagi kelancaran kegiatan tersebut. Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini bertujuan untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka sebagai pengembangan karakter peserta didik sesuai dengan Enam Dimensi Profil Pelajar Pancasila, Yaitu (1) Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Dan Berahlak Mulia; (2) Berkebhinekaan Global; (3) Gotong Royong, (4) Mandiri; (5) Bernalar Kritis; Dan (6) Kreatif. Adapun Tema-Tema Yang Digelar Berupa Tema Gaya Hidup Berkelanjutan, Kebekerjaan, Kewirausahaan Dan Bangunlah Jiwa Dan Raga.

blank
Sekitar 50 siswa SDN 2 Mantingan ikuti fashion shao. Foto: Hadepe

Proyek Penguatan Profit Pelajar Pancasila merupakan salah satu ciri khas dari kurikulum merdeka. Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian Profil Pelajar Pancasila Yang mengacu pada standar kompetensi lulusan. Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik muatan maupun waktu pelaksanaan.

“Dukungan dari komite, orang tua dan masyarakat sekitar sangat besar hingga kami dapat menggelar rangkaian acara ini,” ujarnya. Karena itu kami memiliki komitmen untuk melestarikan seni ukir dan budaya lokal sebagai mana prioritas Bapak Bupati-Wakil Bupati dan Disdikpora, pungkas Eli Nuryanti

Hadepe