blank
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji (kedua dari kiri) bersama Sutradara Kondang Garin Nugroho (kiri), duduk lesehan di Pendapa Kabupaten untuk menggelar acara Ruang Film Pacitan.(Dok.Prokopim Pacitan)

PACITAN (SUARABARU.ID) – Sutradara Kondang, Garin Nugroho, Minggu malam (8/6/25), didatangkan ke Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim). Harapannya, dapat mendorong percepatan geliat dunia sinematografi perfilman di kabupaten berjuluk Paradise of Java tersebut.

Garin Nugroho Riyanto (lahir 6 Juni 1961), adalah sutradara. penulis kenario dan produser film. Namanya mencuat ke jagad perfiliman nasional dan internasionl, setelah melahirkan film berjudul Cinta Sepotong Roti (1990) dan Surat untuk Bidadari (1992).

Disamping terkenal sebagai sutradara dan produser film kondang, Garin Nugroho juga dikenal sebagai aktifis masalah lingkungan hidup, dengan mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) SET di Tahun 1987. Juga memproduksi film bertema lingkungan, yaitu Under The Tree.

Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, upaya mendatangkan Garin Nugroho, tujuannya untuk mendorong pertumbuhan sinematografi di Pacitan  “Ruang Film Pacitan”. Kehadiran sutradara kondang sekaligus sebagai Festival Founder Jogja Asian Film Ferstival (JAFF) ini, untuk menularkan ilmu terkait dunia perfilman kepada pegiat film di Kabupaten Pacitan.

JAFF, lengkapnya adalah Jogja NETPAC Asian Film Festival. Yakni sebuah festival film yang diselenggarakan setiap tahun di Yogyakarta, Indonesia. JAFF, fokus pada sinema Asia dan bermitra dengan NETPAC (Network for the Promotion of Asian Cinema) sejak awal. Festival ini, bertujuan untuk memperkenalkan sinema Asia secara lebih luas, dan menciptakan ruang untuk seni, budaya serta pariwisata

Belajar

Acara yang digelar semalam, bertajuk Pacitan Belajar Film Bersama Garin Nugroho ini, digelar di Pendadapa Kabupaten, dihadiri langsung Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji beserta istri, Forkopimda serta Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Heru Wiwoho Supadi Putra. Kegiatan ini diikuti para pegiat film, mahasiswa, pelajar, budayawan, organisasi kepemudaan serta masyarakat umum.

“Setiap manusia punya cerita masing-masing, dan mampu membuat cerita. Sekalipun hanya berbekal handphone, kita bisa membuat film,” kata Garin Nugroho.

Yang harus diperhatikan, tandas Garin, dalam pembuatan film nantinya akan diputar di mana ?. Apakah di layar lebar atau di platform youtube. Ini masing-masing memiliki karakter  berbeda. Selain itu, membuat film juga harus mempertimbangkan cerita film nantinya untuk apa dan siapa, serta tujuannya apa.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji beserta hadiran dan peserta, menyaksikan film yang disutradarai Garin Nugroho bertajuk “Nyanyi Sunyi Dalam Rantang.” Bupati minta, para peserta untuk memanfaatkan kesempatan dengan melakukan diskusi, untuk belajar langsung kepada pakarnya.

“Gunakan waktu ini sebaik-baiknya. Mohon yang pertama, untuk menikmati film-film yang ada, dan yang kedua ketika ruang diskusi nanti dibuka, tolong manfaatkan semaksimal mungkin untuk bertanya dan berdiskusi demi menambah pengetahuan.(Bambang Pur)