
“Budaya yang dalam bahasa Arab disebut tsaqofah itu merupakan sebuah tatanan kehidupan yang terbentuk di masyarakat. Tatanan itu bisa berupa tatanan berfikir, berpakaian dan bergaul. Semoga Ngaji Budaya ini bisa menambah ilmu dan membuka cakrawala mahasantri soal budaya dan tradisi Islam nusantara,” tuturnya.
Kepala Subdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Direktorat Penais Bimas Islam Kemenag RI Wida Sukmawati menambahkan semula Ngaji Budaya di PP Al Mubaarok Manggisan hanya akan diikuti 500 mahasantri. Tapi karena antusiasme peserta, pada pelaksanaannya justru diikuti sekitar 1.000 mahasantri.
“Acara Ngaji Budaya yang digelar Dirjen Bimas Islam Kemenag RI sudah memasuki tahun ketiga. Saat ini merupakan kegiatan kali pertama yang dihelat di lingkungan pesantren. Sebelumnya, event Ngaji Budaya dilakukan di luar pesantren. Nilai-nilai ke-Islaman harus bisa diintegrasikan dengan budaya dan kearifan lokal untuk membangun harmonisasi sosial,” tandasnya.
Muharno Zarka













