blank
Pembangkit Listrik Tenaga Surya bantuan SRE Indonesia. Digunakan untuk memompa air di kedalaman 10 meter, untuk beternak ikan dan irigasi desa. Foto: R. widiyartono

Dengan bimbingan lemba-lembaga lain seperti Djarum Bakti Lingkungan berupa bibit tanaman 20.600 batang berikut biaya perasional termasuk geo tagging . Petak-petak lahan garapan penduduk kini sudah ditandai secara digital dengan geo tagging (proses penambahan informasi geografis dengan koordinat lintang dan bujur secara digital).

“Berkat bantuan dan bimbingan dari Djarum Foundation kini kami bisa melakukan geo tagging. Kalau ada yang membutuhkan geo tagging lahan kami siap mengerjakan. Kami punya kemampuan untuk itu,” ujar Saman.

Lembaga lain yang membantu adalah INPROSULA (Institute for Promoting Sustainable Livelihood Approach). Lembaga ini membantu penyediaan bibit dan dukungan operasional.

“Kami sangat bangga pada KTH Sukobubuk Rejo, karena berhasil melaksanakan program dari kami. Kami punya kegiatan di tempat lain dan gagal, di sini hasilnya luar biasa. Ini tentu tak lepas dari leader ship ketuanya yang visioner dan kelembagaan yang baik,” ujar Heru Purnomo dari INPROSULA.

Kemudian ada bantuan lain dari SRE (Society f Renewable Energy) Indonesia berupa pembangunan Pembangkit Listrik  Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10 kilowatt dengan baterai 220 KwH.

Luthfi Ramdhan dari SRE Indonesia menyatakan kebanggaan atas kerja keras KTH Sukobubuk Rejo dalam mengelola air secara strategis yang mampu melakukan reboisasi lahan gundul menjadi produktif dan meningkatkan perekonomian warga.

“Kami merasa terhormat bisa mendukung Upaya KTH Sukobubuk Rejo dengan Pembangunan PLTS untuk mendukung sistem irigasi dan pengelolaan air. Air merupakan satu tantangan utama di daerah perbukitan Sukobubuk ini. Dengan adanya system irigasi yang didukung PLTS ini KTH Sukobubuk Rejo kini mampu mengatasi tantangan ini dan memberikan manfaat pereknmian bagi masyarakat,” kata Luthfi Ramdhan.

Saman juga akan memanfaatkan PLTS ini sebagai tempat untuk penyimpanan kemasan petai beku sebelum dikirim ke Jepang. “Daya listriknya sangat besar, sejauh ini baru dimanfaatkan untuk memmpa air saja. Maka akan kami siapkan di sini freezer untuk penyimpanan petai,” kata Sama.

Saman juga menambahkan, bahwa SRE Kembali menawarkan kerja sama berupa home packing. “Kami dapat tawaran kerja sama home packing untuk ekspor alpukat ke Timur Tengah. Produksi alpukat dari kami mungkin belum mencukupi dan akan kami ambil dari daerah lain,” kata Saman.

Inilah KTH Sukobubuk Rejo di Margorejo, Pati yang berhasil mengubah lahan gundul menjadi produktif sehingga mampu menyejahterakan warga.

Kini banyak yang belajar mengenai lingkungan dan budi daya buah di sini. Dan ada pesan dari tim penilai Kalpataru Provinsi Jateng, ke depan daerah ini bisa dikembangkan menjadi wisata edukasi lingkungan.

Pengunjung yang belajar bisa menginap di sini dengan sistem live in, warga bisa menyiapkan rumahnya sebagai homestay. “Ini bisa menjadi penghasilan tambahan bagi warga dan desa,” ujar seorang anggota tim.

R. Widiyartono