
Agustin yang juga lulusan Doktor Sejarah dari Fakultas Ilmu Budaya Undip ini menyebut, ada relasi sejarah antara Gua Kreo di Kandri dengan Masjid Agung Demak. “Ini kita telusuri lebih lanjut. Bagi warga Kandri, ini akar budaya dan identitas diri yang dituturkan dari generasi ke generasi,” kata Agustin.
Tak hanya bagi Kandri, bagi Kota Semarang keberadaan tradisi budaya ini merupakan warisan yang perlu dirawat.
“Saya sampaikan, ada janji dari Pemkot untuk melakukan beberapa perbaikan di Gua Kreo ini, agar lebih enak dipandang, dan wisatawan yang datang lebih banyak,” kata Agustin.
Dia juga mengingatkan Dinas PU Kota Semarang untuk memperhatikan jalan menuju Gua Kreo. “Jalannya kurang bagus, mohon Dinas PU dan Dinas Perkim memperhatikan ini,” kata dia.
Musrenbang Pariwisata
Agustin juga membuat terobosan untuk mengembangkan pariwisata di Kota Semarang. “Semarang menjadi kota pariwisata, maka perlu ada Musrenbang Pariwisata yang diikuti stakeholders pariwisata, desa-desa wisata, Pokdarwis, dan para lurah yang memiliki desa wisata,” ujar dia.
Pernyataan ini disambut baik para pelaku wisata, khususnya penggerak desa wisata di Kandri.













