Sekretaris Pramuka Peduli Kwarda Jateng, Dra. Eko Gustini Wardani Pramukawati bersama rekan-rekannya saat menjalankan aksi Bakti Lerbaran. Foto: Abdimas

“Saat bertugas di lokasi pariwisata, perlu koordinasi dengan Dinas Pariwisata dan berbagai pihak yang membidangi, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sehingga saat membutuhkan gerak cepat (gercep), missal terkait jalur yang boleh dilalui, lokasi yang aman untuk berkendaraan, dan sebagainya, maka akan mudah terfasilitasi,” tambah Eko Gustini.

Kerja Sama dan Effort Kuat

Demikian pula saat menangani orang sakit karena terjatuh saat menyeberang jalan, atau bahkan hampir tenggelam di kolam renang karena tidak bisa berenang, terjebak/tersesat  pada jalan buntu saat pendakian atau mencari jalan pintas, dan sebagainya, maka hal demikian juga perlu kerjasama.

“Selain itu juga butuh effort yang kuat, tidak hanya fisik, tetapi juga mental emosional untuk mengatur strategi dan mengelola tekanan. Tidak kalah penting adalah effort spiritual sehingga tetap termotivasi untuk melakukan tugas dalam kondisi apapun dan di mana pun,” ujar mantan wartawati ini.

Meski tampaknya sepele dan mudah diucapkan, namun mengedukasi masyarakat terlebih dalam kondisi terutama menjelang dan saat Hari Raya Idul Fitri itu butuh effort (usaha) yang kuat, baik terkait fisik, mental, emosional, spiritual dan kreatrivitas. Di sinilah pandai-pandainya kita menggabungkan berbagai jenis effort demi lancarnya tugas.

Pada lebaran tahun 2025 ini, Kwarda Jateng membagi dua kelompok untuk memantau APPKBL. Bagian Timur dan utara meliputi 17 Kwarcab (Kab/Kota) seperti Demak dan sekitarnya hingga Wonogiri, digawangi Kak Letkol Cpn Purn Adi Imron Ismail dan Kak Heri.

Bagian Barat dan Selatan dari Kendal, Batang, Kab dan Kota Pekalongan, Pemalang, Kab dan Kota Tegal, Brebes, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Wonosobo, Purworejo, Kab dan Kota Magelang, Temanggung digawangi Sekretaris Pramuka Peduli Kwarda Jateng Kak Eko Pramukawati, disertai Kak Agus Budi dan Kak Hermawan.

Berbhakti Tanpa Henti

Eko Pramukawati menyampaikan; “Kami bersyukur, kakak-kakak dan adik-adik Pramuka khususnya Pramuka Peduli serta Bidang Abdimas di manapun berada, mau dan dengan suka rela serta hati ikhlas melakukan kegiatan APPBKL. Hal demikian merupakan bukti bahwa Pramuka “Berbhakti Tanpa henti”, serta bagian dari wujud “Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”.

Cinta alam ditunjukkan dengan mengingatkan diri dan orang lain untuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat berdampak menyumbatnya saluran hingga mengakibatkan banjir.

“Kasih sayang sesama manusia, bisa dilakukan dengan menyeberangkan orang dalam kondisi lalu lintas lebaran yang semakin padat, memberikan petunjuk atau arah jalan, menolong orang saat terjatuh, membantu membagikan zakat, dll. Hal demikian juga menjadi bagian dari Tri Satya ,Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat. Itulah bagian dari Berbakti Tanpa Henti” yang sebenarnya telah mengejawantah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Eko Gustini.

wied