Gantangan burung berkicau BnR Semarang kembali menggelar event tahunan dalam rangka menyambut Lebaran dengan tradisi bagi-bagi THR

Semarang (SUARABARU.ID) – Minggu, 23 Maret 2025 – Gantangan burung berkicau BnR Semarang kembali menggelar event tahunan dalam rangka menyambut Lebaran dengan tradisi bagi-bagi THR, bertempat di Desa Blancir Sari, Plamongan, lomba ini menjadi ajang pesta bagi kicau mania dari berbagai daerah, mulai dari akar rumput hingga pemain papan atas.

Ratusan peserta hadir memadati lokasi lomba untuk mengikuti kompetisi yang mempertandingkan berbagai kategori burung, termasuk Murai Batu, Cucak Ijo, Kacer, Cendet, dan Kenari. Antusiasme peserta terlihat dari tiket yang ludes terjual bahkan sebelum acara dimulai.

Ketua BnR Semarang, Sukma Titut, menegaskan bahwa event bagi-bagi THR ini sudah menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan oleh para kicau mania. “Kami berkomitmen memberikan yang terbaik di penghujung Ramadan dan menyambut Lebaran. Pola kemasan yang menarik dengan 16G dan 24G serta Kolosal, ditambah sistem penilaian terbuka, menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sukma menambahkan, bahwa eksistensi BnR di Semarang masih sangat diminati karena sistem penilaiannya yang jelas pakemnya dan transparan. Hal ini semakin memperkuat kepercayaan para peserta terhadap kompetisi yang digelar, tambahnya.

Sementara itu, Rico selaku Koordinator Lapangan (Korlap) utama menyatakan, bahwa tim juri BnR selalu mengedepankan keadilan dalam memberikan penilaian. “Kami memberikan penilaian seadil-adilnya kepada seluruh peserta, sehingga setiap burung memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi juara,” katanya.

LMC akan terus memberikan edukasi melalui tindakan nyata kepada kicau mania, khususnya di Semarang.”

Hadirnya Logistic Murai Community (LMC) semakin menambah meriahnya acara. LMC membuka kelas khusus komunitas Murai Batu. Ketua LMC, Arifin, mengatakan, “Kami LMC akan selalu bersilaturahmi ke gantangan-gantangan burung, khususnya di Kota Semarang, kami akan membuka kelas khusus LMC dengan tiket tertentu dan tanpa hadiah. Dengan begitu, kami secara tidak langsung memberikan dukungan terhadap penyelenggara event. Kami juga akan terus memberikan edukasi melalui tindakan nyata kepada kicau mania, khususnya di Semarang.” ujarnya.

Mat Supri dari WBC tim meraih juara satu Murai batu tiket utama.

Di kategori Murai Batu, Kenzo, burung milik Mat Supri dari tim WBC, tampil menawan dengan mengeluarkan irama lagu yang bervariasi dan durasi kerja yang stabil dari awal hingga akhir. Pukulan panjang dan kerasnya volume berhasil menonjol di antara lawan-lawannya, dan menarik perhatian juri yang bertugas. Setelah melalui penilaian selama 10 menit, juri BnR menobatkan Kenzo sebagai juara satu tiket utama.

Murai batu Orbit sukses meraih double winner

Sementara itu, Orbit, Murai Batu milik Fadholy, juga tampil impresif. Dengan durasi kerja yang konsisten, gaya hepi ngeplay, serta bongkaran irama lagu yang bervariasi, Orbit sukses meraih juara satu di kelas Murai Batu LMC serta juara satu di kelas Murai Batu BOB.

Cucak ijo Maestro, burung milik Kevin dari tim Kawal BC, menorehkan prestasi gemilang

Di kategori Cucak Ijo, Maestro, burung milik Kevin dari tim Kawal BC, menorehkan prestasi gemilang. Maestro berhasil meraih juara satu kelas BnR, posisi runner-up di kelas Fighter, serta juara empat di kelas THR.

Jalannya lomba berlangsung meriah dan penuh persaingan. Burung-burung yang tampil menunjukkan performa terbaiknya, membuat pertarungan menuju juara berlangsung ketat dan seru. Dengan suksesnya event ini, BnR Semarang kembali membuktikan bahwa mereka tetap menjadi salah satu penyelenggara lomba burung berkicau yang paling dinanti.

Berikut data juaranya :

Dwi_Prie