Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto (sebelah kanan perempuan berhijab), saat mendampingi perwakilan BNPB dan Wakil Bupati Sugeng Prasetyo di bekas jebolan Sungai Tuntang beberapa waktu lalu. Foto: BPBD

Sementara untuk aliran baru dan pertemuan dengan sungai utama harus merata. Hal ini berdampak pada aliran air yang langsung menuju ke utara.

“Kalau ada cekungan di sana, air akan tertahan dan berputar (ada turbulensi), sehingga bisa merusak timbunan material tanah yang baru,” tambah Wahyu.

Bronjong

Wahyu tidak menampik soal potensi penggunaan tanggul permanen alias bronjong sepanjang 40 meter, seperti di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, beberapa waktu lalu. Ia mengatakan selain tanggul dari tanah, juga akan dibuat tanggul dari bronjong yang dibuat di sisi luar.

Hal serupa juga didorong untuk perbaikan tanggul di empat titik jebolan pada Januari 2025 lalu.Wahyu mengungkap, selain fokus pada perbaikan tanggul, BPBD Grobogan juga membantu penyedotan sumur milik warga yag tercemar sedimentasi dan sampah.

“Setelah banjir itu kan ada yang tertimbun lumpur dan sampah, itu nanti kita sedot segera agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambah Wahyu.

Tya Wiedya