JEPARA (SUARABARU.ID) – Menyambut bulan suci Ramadan, guru-guru se-Kecamatan Kembang menggelar Bazar Ramadan dengan tema unik, yaitu Jajanan Jadul (jaman dulu) . Kegiatan yang diinisiasi oleh Koordinator Satkordik Kembang Nasuka, S.Pd dimaksudkan pula untuk mengembangkan kembali jajanan tradisional sebagai budaya lokal. Juga untuk membangun kebersamaan di kalangan pendidik, membantu masyarakat menyiapkan hidangan buka puasa warga serta pengembangan UMKM
Direncanakan bazar ini akan digelar mulai tanggal 5 hingga 15 Maret 2025 di Bumi Perkemahan Jati Cindhe, Kembang, Jepara. Bazar ini menghadirkan beragam stan dari 4 Dabin yang ada di Satkordik Kecamatan Kembang , stan khusus guru Pendidikan Agama Islam (PAI), guru TK, serta beberapa sponsor seperti Bank Jateng, Yamaha, Pertanian, Dinas Koperasi dan UMKM, Sumber Batu Kristal Es, WTO.

Semangat dan antusiasme para guru terlihat jelas. Pada setiap stand terlihat senyum ceria para guru yang mendekorasi stand masing-masing. Mereka bekerja sama merancang dekorasi stand dengan nuansa klasik yang menggugah nostalgia.
Suara merdu dari nyanyian religi juga menghadirkan rasa damai serta memperkuat nuansa religius yang selaras dengan tema bazar.

Tidak hanya sekadar menjual jajanan. Bazar ini juga menjadi ajang kreativitas para siswa dan guru. Selain itu, para sponsor turut berperan aktif mendukung kelancaran acara. Semua bersehati menyukseskan acara
Dengan persiapan yang matang dan semangat gotong royong, Bazar Ramadan bertema Jajanan Jadul ini diharapkan menjadi ajang mempererat silaturahmi antar guru dan masyarakat serta menghidupkan kembali kenangan dan bahakan budaya masa lalu.

Harapannya warga tidak melewatkan kesempatan untuk bernostalgia sambil mencicipi berbagai kudapan lokal khas tempo dulu. Tidak hanya jajanan jadul, namun pembayaran juga jadul yaitu dengan menggunakan koin seharga 5000 yang dapat ditukar di stan panitia.
“Bazar jajanan jadul tidak akan berhenti selama ramadan. Berharap antusias masyarakat bagus, maka bazar ini akan dilanjutkan pada setiap bulan. Wujud kontribusi guru sebagai entrepreneur dan peran aktif melestarikan kearifan budaya lokal dan menjadi destinasi wisata kuliner di Kembang’, jelas Nasuka.
Hadepe – Budi Prihantini













