SALATIGA (SUARABARU.ID) – Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali membuka pintu bagi generasi muda melalui Open House 2025, yang berlangsung selama tiga hari, Selasa–Kamis (25–27/2/2025), di Gedung FTI UKSW.
Mengusung tema Creative Spark Fest, acara ini menjadi ajang eksplorasi bakat dan inovasi melalui berbagai kegiatan inspiratif, kompetisi, serta pameran karya mahasiswa dan mitra industri.
Rangkaian kegiatan mencakup expo produk inovasi dan bisnis mahasiswa, expo UMKM mitra, sit-in class, photographic experiences, campus tour, workshop konten kreator, lomba e-sport, kompetisi band, hingga sesi Cerita Sukses bersama alumni yang telah berkiprah di dunia profesional.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber ternama, yaitu Wijaya Nugroho (Head of Business Development E-Sports & Community, Garena Indonesia), Alodia Yap (Illustrator & Visual Artist), dan Febrian G. Pasalli (Software QA Lead, PT. Formulatrix Indonesia). Sesi ini memberikan wawasan berharga yang dapat menginspirasi peserta dalam mengembangkan karier dan potensi mereka.
Jejak Inspiratif di Dunia Profesional
Wijaya Nugroho, alumnus Program Studi (Prodi) Sistem Informasi FTI UKSW yang kini memegang peran strategis di Garena Indonesia, membagikan perjalanannya selama sembilan tahun membangun ekosistem e-sport di Indonesia. Baginya, kesuksesan adalah hasil dari kesiapan dan kesempatan. “Kesempatan pasti datang, tetapi yang menentukan adalah seberapa siap kita saat itu tiba. Ora et Labora berdoa dan bekerja adalah prinsip yang selalu saya pegang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration) sebagai fondasi utama dalam menghadapi dunia kerja.
Sementara itu, Alodia Yap mengungkapkan, dunia seni rupa Indonesia memiliki potensi besar di kancah Asia. “Saya hanyalah orang Salatiga yang biasa-biasa saja, tetapi melalui karya seni, saya dapat menjelajahi tempat-tempat yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Kuliah bukan sekadar memperoleh gelar, tetapi juga ruang terbaik untuk menggali potensi dan memanfaatkan setiap peluang yang ada,” tutur alumnus Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) FTI UKSW ini.
Ia menambahkan, hobi menggambar sketsa bersama teman-teman semasa kuliah kini menjadi portofolio berharga yang membuka berbagai peluang profesional.
Dalam sesi yang sama, Febrian G. Pasalli berbagi kisah tentang awal kariernya di PT. Formulatrix Indonesia. Meski sempat ragu karena jalur kariernya berbeda dari cita-citanya sebagai programmer, bekal ilmu dari FTI UKSW, terutama kombinasi hard skills dan soft skills, membantunya beradaptasi dan berkembang.
“Di FTI, saya tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan komunikasi dan kerja sama tim, yang menjadi keunggulan tersendiri di dunia kerja. Pengalaman belajar di luar kelas, seperti rafting dan outbound, turut membentuk karakter dan daya juang saya,” ungkapnya.
Panggung Kreativitas Mahasiswa
Selain sesi inspiratif, Open House 2025 juga menghadirkan expo produk inovasi mahasiswa, yang memamerkan lima karya unggulan Tugas Talenta Unggul (TTU). Salah satunya adalah Upcycle, karya Juan Louis Gkaudentius Dominicta Goetha dan Reiner Widiyananto, yang menampilkan visual merchandising dan media promosi berbahan limbah bekas menjadi tas, dompet, dan aksesori ramah lingkungan dari ban dalam kendaraan. Sementara itu, Eliel Steven Onesivorus Mailuhu memperkenalkan video sosialisasi layanan Kejaksaan Negeri Salatiga yang bertujuan memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi hukum.
Open House tahun ini semakin semarak dengan kompetisi e-sport berhadiah puluhan juta rupiah yang diikuti oleh 72 tim dari berbagai SMA dan SMK se-Jawa Tengah. Selain itu, workshop konten kreator oleh Founder @createyou.id, Josh Hartwich, serta lomba konten kreator menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kreativitas di era digital. Para peserta juga diajak merasakan atmosfer perkuliahan melalui sit-in class dan campus tour yang memperkenalkan fasilitas serta suasana belajar di FTI UKSW.
Menjadi Generasi Pelopor Inovasi
Dekan FTI UKSW, Prof. Ir. Daniel H.F. Manongga, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa Open House ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia perkuliahan yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. “Kami ingin menunjukkan bahwa belajar di FTI UKSW itu asyik dan menyenangkan. Melalui kolaborasi dengan industri dan program magang, mahasiswa memiliki peluang besar untuk mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia kerja,” jelasnya.
Rektor UKSW, Prof. Intiyas Utami, menambahkan bahwa UKSW sebagai kampus Indonesia Mini merupakan ruang belajar yang inklusif dan egaliter, di mana hubungan antara mahasiswa dan dosen terjalin secara hangat tanpa sekat.
“Ketika teman-teman memasuki gerbang UKSW, itu bukan sekadar memasuki kampus, melainkan memasuki gerbang harapan dan komunitas ilmiah yang asyik dan menyenangkan. Jangan ragu untuk berjuang dan berkarya bersama UKSW, karena di sini kalian akan menjadi bagian dari generasi pelopor inovasi,” pungkasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, Open House ini akan dihadiri sekitar 1.200 siswa dari 89 sekolah di Jawa Tengah. Melalui pengalaman langsung, interaksi dengan alumni sukses, serta beragam kompetisi dan pameran, generasi muda diharapkan semakin termotivasi untuk meraih impian dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 63 program studi dari jenjang D3 hingga S3. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah.
Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai Creative Minority, yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, UKSW mengukuhkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 (pendidikan berkualitas), SDG ke-8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), SDG ke-9 (industri, inovasi, dan infrastruktur), serta SDG ke-17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).
Ning S