
Tentang fungsi psikologis sudah barang tentu sangatlah jelas arahnya: yaitu bukan saja anak-anak merasa nyaman dan indah; namun anak-anak juga secara mental menjadi semakin bergairah dan semangat belajarnya meningkat. Aman, nyaman, tenang, bahagia bersekolah; semua itu menyangkut secara langsung fungsi psikologis lewat MBG. Jika yang terjadi sebaliknya karena adanya MBG, misalnya merasa tidak tenang, tertekan, dsb. ini berarti “masuk neraka,” terutama penggagasnya.
Sedang terkait fungsi kognitif MBG, utamanya perlu difokuskan ke beberapa klarifikasi atau pun memberikan penjelasan-penjelasan sejumlah pokok pikiran di balik MBG. Contoh konkret, di beberapa daerah yang sulit memeroleh susu, akan digantikan dengan daun kelor. Pokok pikiran ini sangat dipertanyakan khalayak, bukan saja alasannya, melainkan juga substansinya.
Harus ada klarifikasi sejelas mungkin: Susu mengapa penggantinya daun kelor. Daun kelor itu akan dijadikan minumankah, ataukah sayuran? Penyajiannya pun dipertanyakan, belum lagi daya tariknya bagi anak. Masih banyak hal harus dijelaskan dan diklarifikasi secepatnya, termasuk bila terjadi “malpraktik” MBG di sana-sini.
Energi dari nama
Nama atau penamaan atas sesuatu, sering sangat berkaitan dengan energi yang ditimbulkannya. Mana lebih energetik, program ini tetap disebut MBG, atau Makzitis misalnya, bisa juga Makzigrat? Lagi-lagi, pemaknaan semacam ini terkait dengan kultur kehidupan sehari-hari. Jika saya diminta saran, program andalan pemerintahan Prabowo ini akan lebih tampak energinya bila disebut Makzitis. Mengapa?
Dewasa ini, khalayak masyarakat sudah sangat familiar dengan ungkapan maksi, yaitu makan siang; dan ketika berubah menjadi makzi, makan bergizi, orang akan dengan cepat tahu. Manakala ungkapannya menjadi Makzitis, orang akan sangat penuh energi menyatakannya, berhubung orang ssudah sering menyangatkan kata gratis dengan gratis…tis….tis….tis. Sekali lagi, alasan kultural: Makzitis….tis….tis….tis.
“Ketika Washington setuju menjabat sebagai panglima tertinggi Angkatan bersenjata. banyak orang merasa bahwa kekuatan Angkatan bersenjata Amerika waktu itu menjadi berlipat ganda. Beberapa tahun kemudian, ketika Washington pensiun dan bertemat tinggal di Mount Vernon, Prancis nampaknya akan menyatakan perang melawan Amerika. Presiden Adams segera menulis surat kepada Washington: Kita harus memakai namamu, jika kamu mengizinkannya. Sebab, namamu lebih ampuh daripada ribuan tentara.” (Frank Mihalic.2000: hal. 217).
Di sinilah fungsi kognitif berperan sangat besar karena benar-benar menjelaskan penuh klarifikasi. Manakala fungsi kognitif tentang Makzitis semakin penuh energi, dengan segera akan berkembanglah aspek-aspek afirmatif dan kritis atas nilai-nilai Makzitis. Aspek afirmatif nilai-nilai Makzitis selanjutnya akan menegaskan nilai-nilai ideal tentang bergizi dan gratis misalnya; sementara itu aspek kritis atas nilai-nilai Makzitis akan diperoleh dengan cepat ketika ada penyimpangan-penyimpangan atau pun reduksi atas makna substansial dan nilai-nilai ideal Makzitis.
Berenergilah Makzitis melebihi MBG.
JC Tukiman Taruna, Pengajar Pengembangan Masyarakat di Pascasarjana UNS Surakarta dan SCU Semarang













