“Hari ini saya mengunjungi Desa Wisata Kandri yang menjadi juara Kampung Hebat kategori kampung kreatif dan inovatif. Ternyata ketika saya datang ke sini luar biasa, mulai organisasi, manajemen, masyarakatnya,” katanya di sela blusukan.

Joko mengatakan, semua yang ada di Desa Wisata Kandri sesuai dengan program Yoyok-Joss Bocahe Dewe. Di antaranya maju, bermartabat, berkelanjutan, dan kolaboratif.

“Maju karena warganya kreatif, dan inovatif, lalu bermartabat bisa hidup mandiri,” katanya.

Joko mengunjungi kebun Pepaya Hawai, Pepaya Thailand, dan Pepaya California. Sambil ngobrol dengan pemilik kebun, Joko dipersilakan memetik sekaligus mencicipi buah berkelas premium itu.

Dia juga sempat melihat proses budidaya maggot hingga berjalannya pembuatan pupuk organik yang dilakukan mandiri oleh masyarakat Desa Wisata Kandri.

Tak berhenti di situ, mantan legislator Kota Semarang ini juga mengunjungi kandang kambing, dan sapi. Di sana, Joko juga meminum hasil susu kambing yang telah memiliki pasar tetap.

“Ketika jalan-jalan, saya tertarik dengan program eduwisata, tiap hari ada pengunjung yang datang. Rata-rata anak sekolah ya biar mereka tahu apa yang dimakan di meja makan itu cara menanam dan memanennya seperti ini,” ujarnya.

Ke depan, pasangan Calon Wali Kota Semarang Yoyok Sukawi ini akan menetapkan kelurahan-kelurahan yang masih memiliki lahan luas dapat mengaplikasikan yang telah dilakukan oleh Desa Wisata Kandri.

“Kandri sangat banyak kegiatan yang sesuai dengan tagline, yaitu Kandri Aja Nganti Sepi. Ini bisa dibuat percontohan bahwa Kandri jadi desa maju dan mandiri,” kata Sekretaris Pokdarwis Desa Wisata Kandri, Masduki.

Masduki menegaskan, bahwa Desa Wisata Kandri punya kalender kebudayaan tahunan. Tiap tahunnya terdapat enam acara kesenian dan kebudayaan. Terdekat, di Desa Wisata Kandri akan berlangsung Festival Rai Dluwang yang rencananya akan digelar pada 17 Oktober mendatang.

Di sisi lain, program eduwisata juga terus berlangsung hingga sekarang. Bahkan, dirinya menyebut Desa Wisata Kandri selalu memiliki ide-ide baru. Termasuk terbuka dengan saran pengembangan menjadi lebih baik lagi.

“Alhamdulillah Desa Wisata Kandri banyak menerima studi tiru. Jadi semoga ini bisa menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain di Kota Semarang,” ujar Masduki.

Hery priyono