blank

KLATEN (SUARABARU.ID) –  Teruslah menjadi arang yang menyebarkan kehangatan yang membara di arang-arang sekitarnya.  Itulah pesan Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan Muhammad Nur Rizal, Ph.D saat memberikan pembekalan pendampingan perdana Ruang Ketiga beberapa bulan yang lalu.

Hari ini, Jum’at 05/04/2024 melalui ruang virtual Ariyanto Mohammad Toha, M.Pd., C.MT., Gr dari GSM Klaten dan Riva Siti Maryatun, S.Pd dari GSM Banjarnegara memulai pendampingan Membangun Ruang Ketiga di Kelas Papua yang terdiri dari Kabupaten Supiori, Kabupaten Dekai Yahukimo, dan Kabupaten Sorong. Dibuka oleh moderator kondang dari SMP Negeri 1 Kpudori Kabupaten Supiori Provinsi Papua Tarmin, S.Pd. Ruang virtual dijadwalkan dibuka pada pukul 14.00 WIB atau pukul 16.00 WIT.

Peserta pendampingan Ruang Ketiga di Ujung Timur Indonesia ini dari guru, akademisi, mahasiswa, dan pencinta dunia pendidikan. Setidaknya ada lebih dari 21 peserta yang tergabung dari berbagai pelosok Papua di ruang virtual. Namun tak menutup kemingkinan satu perangkat dipakai oleh beberapa guru dalam satu sekolahan yang sama, khususnya dari SMP Negeri 1 Kpudori Kabupaten Supiori, di mana Tarmin sebagai moderator ternyata membersamai rekan seporfesinya yang ingin tahu lebih dalam tentang Ruang Ketiga di Pendidikan.

blank
Tarmin S.Pd yang menjadi moderator acara bersama Leader GSM Sipiori Elis

“Ada hal yang menarik di Kelas Papua ini, apa itu ?. Betapa tidak, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Supiori Rafles Ngilemele, S.STP, M.Si turut hadir membersamai peserta walau beliau posisi saat itu sedang DL (Dinas Luar).”tutur Elisabeth Dimara Leader GSM Supiori yang juga Pengawas SD di Dinas Pendidikan Supiori.

Adapun peserta kali ini diantaranya : Lesty Meokbun SMP N 1 Kpudori, Andreas Pilemon Awendu SD YPK Sorendiweri, Thresia Sintia Rumbekwan Kepala SD YPK Sorendiweri, Diana Lensi Rumbrapuk SD YPK Sorendiweri, Masriani  SMP N 1 Kpudori, Amirullah, Benyamin Janu SMP N 1 Kpudori, Reynold, Ananias Womuka mahasiswa PGSD di UKSW, Deby Vivi Iventi Hor SD Inpres Waryesi, Ari Irianto Rajagukguk SD YPK Sorendiweri, Yunita womsiwor S N Pariem, dan  Kristina Fairnap SMP N 1 Kpudori.

Juga ada  Teresia Lendokan SMP N 1 Kpudori, Dorsila Krar Kepala SD YPK Imanuel Nyiben, Lasmi Indrasari Kaisiri SD N Wakre, Kristina Massolo SMK Modellink Kabupaten Sorong, dan peserta lainnya yang sudah mendaftar pada link yang telah disediakan : Jelita Yuliana Notanubun, Rosalina Panggalo, Yulce Mayor, Hotna Fifitri Manurung, Ellen Mariana Koseng, Riana Betony, Rosita Sauyas, Angelina Parupang, Reynold Kbarek, Marjuwati Tandi Timba, Jefri Karubaba, Pieth.Heyn.Rumbiak, Pieth Heyn Rumbiak, Harun Mirino, Yulianingsih, Nurliana Manulang, Nurliana Manulang, Indah Dina Tampongangoy, Tumbur Simamora, Nelea Ampnir, Destin Mangiwa Matasik, Semuel Bitor Parante, Andrias Sawen, Micha A. Rumanasen, Tumbur Simamora, Martha Mariana Kmur, Hendra Andri Parningotan, Irianti, Rustam, Angelina Parupang, Samuel Adam Smith Ramandei, Sri Marlinawati Saragih, Nurliana Manulang, Angelina Parupang, Haerul Saleh, Yetti Mansumber, Eliezer Wambrauw, Kartini Pakiding, Albert Sroyer, Yasinta Palanda, Simon Petrus Rumaropen, Feronika Aprombis.

blank

“Ruang Ketiga menjadi solusi atas apa yang dihadapi, tidak hanya sebatas di bidang pendidikan. Saya sampaikan kepada teman-teman saya yang bertugas di Dinas selain Pendidikan bahwa Ruang Ketiga setidaknya dapat digunakan oleh pemangku kepentingan dalam memecahkan masalah,”terang Rafles Ngilemele.

Lebih lanjut Rafles mengungkapkan bahwa dirinya senantiasa mendukung perubahan dalam dunia Pendidikan khususnya di Kabuoaten Supiori. Peserta Nampak antusias saat moderator membawakan acara yang diawali dengan pantun, emoji perasaan, dan yang paling menarik saat peserta menyanyikan lagu Indonesia Pusaka secara estafet.

Desain atau konsep Ruang Perjumpaan Kelas Papua memang sangat berbeda daripada yang lain. Peserta dibuat aktif oleh inspirator GSM walau agak malu-malu. Di akhir acara, peserta diajak untuk menunjukkan suatu benda atau barang yang menurutnya sangat berharga dan apa yang menyebabkan benda atau barang itu berharga buat mereka.

“Menurut saya, mic sangat berguna sebagai pengeras suara karena dengan mic suara seorang manusia dapat jelas terdengar.”jawab Andreas dengan menunjukkan mic nya. “Tas menurut saya dapat berguna untuk menaruh barang-barang yang kita butuhkan.” Jelas Diana Rumbrapuk. Dan ada beberapa penjelasan lain tentang benda atau barang yang ditunjukkan oleh beberapa peserta seperti kerrang yang dibuat asbak, kunci, bollpoint, dan masih banyak lagi.

“Pendampingan Membangun Ruang Ketiga di Pendidikan oleh Gerakan Sekolah Menyenangkan kali ini diselenggarakan secara serentak oleh leader-leader GSM dari berbagai daerah yang nantinya bertujuan agar tercipta Ruang Ketiga di satuan pendidikan sehingga pada akhirnya siswa, guru, dan warga sekolah yang terlibat di dalamnya merasakan makna dan dampak yang mendalam dari Ruang Ketiga tersebut,”tutur Riva inspirator GSM Banjarnegara.

Lebih lanjut, Riva menghimbau agar peserta senantiasa mengisi galeri perubahan Ruang Ketiga yang ada pada group Whatssapp sehingga ini nanti menjadi torehan sejarah yang nantinya menjadi sebuah momen acara Puncak pada panggung titik balik Ruang Ketiga di bulan Mei. “Saya merasa sangat senang bisa mendampingi Kelas Papua dengan harapan suatu saat saya dan bu Riva dapat berjumpa dan menyapa saudara-saudara di Papua dengan datang ke sana.”terang Toha Leader GSM Klaten.

“Apresiasi GSM berikan kepada peserta yang nantinya secara komitmen dan konsisten dalam menyelesaikan proses pendampingan Membangun Ruang Ketiga hingga Panggung Titik Balik di bulan Mei berupa sertifikat bagi peserta, namun ini bukan goalnya di mana yang menjadi goal dalam proses ini ialah Aksi Nyata peserta dalam Membangun Ruang Ketiga di Pendidikan. Tidak hanya itu, secara instansi kami juga berusaha untuk memberikan apresiasi kepada satuan pendidikan yang berhasil Membangun Ruang Ketiga di Pendidikan secara massif.

Di penghujung ruang virtual, Toha dan Riva mempersilakan tim Pandawa GSM Soejin dan mentor GSM Ali Sodikin untuk memberikan sedikit pantikan yang erat hubungannya dengan Ruang Ketiga sehingga harapannya benar-benar dapat diimplementasikan di masing-masing satuan Pendidikan secara berkelanjutan agar kebermanfaatan dan keberdampakan dirasakan siswa dan seluruh warag sekolah yang terlibat.

Hadepe – Arsapa