blank
Menandai berakhirnya studi banding, Pengurus PRM Jetis 1-2, Kecamatan dan Kabupaten Sukoharjo, foto bersama dengan Pengurus PRM Blimbing.(Dok.Ist Begug SW)

SUKOHARJO (SUARABARU.ID) – ”Sebanyak 95 persen warga di sini, menjadi anggota perserikatan Muhammadiyah,” ungkap Sarwanto SAg Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Dusun Blimbing, Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Prestasi PRM Blimbing pun cukup gemilang. Dari 32 PRM yang ada di wilayah ini, PRM Blimbing sejak Tahun 2018 menjadi yang terbaik dalam lomba Monitoring Ranting Unggulan. Saat maju lomba ke tingkat Karesidenan Surakarta Tahun 2017 meraih juara 3. Lomba diadakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Jawa Tengah.

Tokoh masyarakat Sukoharjo, Begug SW, semalam, mengabarkan, pernyataan Ketua PRM Blimbing, Sarwanto, itu disampaikan Minggu (24/3), saat menerima rombongan studi banding yang dilakukan oleh PRM dari Jetis 1 dan Jetis 2, Kecamatan dan Kabupaten Sukoharjo.

Rombongan studi banding dipimpin oleh Ketua PRM Jetis 1 dan 2, Suryanto ST dan Ir Rudy Setyohadi. Kedatangannya diterima oleh Ketua PRM Blimbing Sarwanto SAg di Masjid Baiturokhim, Desa Wonorejo Kecamatan Polokarto Sukoharjo.

Sarwanto, menyatakan, Dusun Blimbing memiliki dua PRM yakni PRM Blimbing dan Kauman. Nama Blimbing, selain digunakan untuk nama PRM, juga dipakai sebagai nama PCM.

Santunan

Keberadaan PCM Blimbing telah berdiri sejak 16 Nopember 1953. Terbentuk sebelum PDM Sukoharjo ada. Sebab, PDM Sukoharjo baru terbentuk pada Tahun 1970. PCM dan PRM Blimbing, telah berkembang pesat dibanding PCM maupun PRM lain di Kabupaten Sukoharjo.

Keberadaan PRM Blimbing, sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat. Berbagai program bisa dilaksanakan dengan baik.
Selain pengajian- pengajian secara rutin, PRM Blimbing juga mempunyai beberapa bidang antara lain bidang Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) dan sosial. Bidang ini, mempunyai program memberikan santunan kepada warga yang sakit atau meninggal dunia. Juga memberikan santunan anak yatim dan kaum dhuafa.

Di bidang pendidikan dan Kader, telah mampu memberikan honor bulanan kepada Guru Madrasah Diniyah maupun para guru TPQ. Hal ini dapat dilakukan, karena memiliki sumber pendapatan yang berasal dari infaq bulanan dari para jamaah melalui gerakan “omplong”. Jumlah infaq per tahun mencapai sekitar Rp 38 juta.

Rudy Setyohadi, menyatakan, rasanya tidak salah memilih studi banding ke PRM Blimbing yang mempunyai segudang prestasi. Ini memberikan inspirasi dan motivasi kepada PRM Jetis. Usai acara studi banding, dilanjutkan sholat Dzuhur berjamaah dan foto bersama.
Bambang Pur