blank
Mahasiswa magang PKY Jateng gelar seminar Peran Generasi Muda Anti Bullying dan Pengenalan Lembaga KY. Foto: Dok/PKY

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Mahasiswa magang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), dan Universitas Diponegoro (Undip) yang tengah magang di Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jawa Tengah mengadakan kegiatan seminar, baru-baru ini.

Seminar dengan tema “Peran Generasi Muda Mencegah Bullying dan Pengenalan Lembaga Komisi Yudisial RI” ini diselenggarakan di Ma Al-Asror Semarang, untuk membahas peran penting generasi muda dalam menanggulangi kasus bullying, serta mengenalkan lembaga Komisi Yudisial.

Seminar diikuti oleh sejumlah siswa-siswi MA Al-asror. Para mahasiswa magang berharap, seminar di lembaga pendidikan Ma Al-Asror ini dapat memberikan dampak positif, terutama dalam memberikan wawasan kepada generasi muda di lingkungan pesantren mengenai peran mereka dalam menegakkan keadilan dan melawan praktik bullying.

Pada kesempatan tersebut para mahasiswa magang memberikan presentasi mengenai bullying dalam pelajar dan memberikan pandangan terkait peran dan fungsi Komisi Yudisial. Mereka menekankan pentingnya melibatkan generasi muda atau pelajar dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus-kasus tersebut.

Diskusi yang melibatkan mahasiswa magang, siswa-siswi Ma Al-Asror, dan penghubung Komisi Yudisial membahas strategi konkret dalam menanggulangi bullying di lingkungan pendidikan pesantren.

Koordinator PKY Jateng, Muhammad Farhan memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa dari tiga universitas tersebut. “Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini yang melibatkan generasi muda, dalam menyikapi permasalahan serius seperti bullying,” kata Farhan.

Menurutnya, mahasiswa memiliki potensi besar dalam membentuk perubahan positif dalam masyarakat. Selain itu para siswa juga memahami pentingnya tugas dan fungsi Komisi Yudisial.

“Kami merasa mendapat kehormatan dapat menyelenggarakan kegiatan edukasi hukum di MA Al-Asror. Kami meyakini bahwa pelibatan generasi muda dari berbagai latar belakang pendidikan, termasuk pesantren, akan memberikan dampak positif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan adil bagi anak-anak di Indonesia,” ungkap salah satu mahasiswa magang, Ruth Carolin Monica.

Acara di MA Al-Asror ini tidak hanya sebagai wadah diskusi, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam memperluas jejaring kerja sama antara universitas, lembaga pendidikan agama, dan lembaga hukum.

Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal agar lebih banyak kolaborasi lintas sektor dalam menangani masalah bullying, dan meningkatkan perlindungan bagi anak-anak di berbagai lingkungan pendidikan di Indonesia.

Ning S