blank
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Semarang (USM) memberikan Sosialisasi Cara Pembuatan Lubang Resapan Biopori di RT 4 RW 5 Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang, baru-baru ini.(Foto:News Pool USM)

SEMARANG (SUARABARU.ID)- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Semarang (USM) memberikan Sosialisasi Cara Pembuatan Lubang Resapan Biopori di RT 4 RW 5 Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang, baru-baru ini.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua Kusrin ST, MT anggota Anik Kustirini ST, MSi, Ir. Diah Setyati Budiningrum, MT, Ir. Bambang Purnijanto, MT dan dibantu dua mahasiswa Teknik Sipil.

Kusrin mengatakan, tujuan sosialisasi untuk memberikan teori dan praktik cara pembuatan lubang dan pemasangan pipa resapan biopori di halaman rumah warga.

Selain itu juga memberikan wawasan, kesadaran dan ketrampilan kepada masyarakat tentang penggunaan lubang resapan biopori sebagai salah satu upaya untuk melakukan konservasi air tanah dan membuat pupuk kompos.

”Sosialisasi ini diikuti pengurus RT dan beberapa warga serta ibu-ibu PKK RT 4 RW 5 Desa Rowosari Kecamatan Tembalang, Kota Semarang,” ujarnya.

Menurutnya, manfaat lubang resapan biopori di halaman rumah adalah mengurangi sampah organik dan menyuburkan tanah.

”Pembuatan lubang resapan biopori dapat mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena, ketika kita membuat lubang, salah satu proses yang harus dilakukan adalah memasukkan sampah organik,” ujarnya.

Dia menambahkan, manfaat lain lubang resapan biopori adalah membantu mencegah terjadinya banjir dan mempengaruhi jumlah air tanah.

”Saat ini, banjir sering terjadi entah itu di kota atau di kampung, dan salah satu penyebabnya adalah sistem drainase yang tidak baik. Biasanya di daerah padat penduduk drainasenya buruk karena kurangnya daya serap air oleh tanah,” jelasnya.

Dengan membuat lubang resapan biopori, katanya, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah. Selain itu, sampah organik yang ada di dalam lubang merupakan makanan dari cacing tanah.

Cacing yang masuk ke dalam lubang akan membuat terowongan-terowongan kecil di dalam tanah ketika menuju ke lubang yang berisi sampah organik. Hal ini tentu akan membuat air lebih cepat meresap ke dalam tanah.

”Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat,” ungkapnya.

Muhaimin