blank
Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu Setianto. Foto: Dok/Bidhumas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif dalam Pemilu 2024,¬†Bidhumas Polda Jateng menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Optimalisasi Peran Humas sebagai Cooling System”.

Kegiatan dibuka oleh Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu Setianto yang diikuti oleh para pengemban fungsi humas satker Polda Jateng serta Polres jajaran.

Sementara itu narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan FGD diantaranya Kasubbid Cyber Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Sulistyaningsih, Ketua Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) Farid Zamroni, Waketum Bidang Humas BPPMI, Yanuar Lukman, Pengurus Perkumpulan Sosial, Harjanto Halim dan Koordinator Humas Bawaslu Jateng, M. Rofiuddin.

Satake mengungkapkan, Pemilu 2024 rawan terjadi konflik yang berpotensi mengakibatkan polarisasi di masyarakat. Melalui perannya sebagai Cooling System, fungsi humas mempunyai peran besar untuk mengedukasi masyarakat dan memberikan literasi sesuai kaidah jurnalistik yang baik.

“Humas juga memiliki tugas penting untuk mendeteksi dan menanggulangi potensi konflik atau ketegangan di masyarakat. Melalui perannya sebagai cooling system harus mampu meredakan ketegangan dan membangun dialog yang konstruktif di berbagai pihak,” ujarnya.

Untuk memastikan pesan edukasi yang disampaikan dapat jelas dan tepat sasaran, menurut Satake, fungsi Humas Polri perlu bersinergi dengan pihak-pihak terkait seperti awak media, influencer dan organisasi masyarakat lainnya.

“Melalui upaya bersama, kita dapat menciptakan situasi yang kondusif menjaga stabilitas sosial dan memastikan bahwa proses demokrasi dapat berjalan dengan lancar dan adil,” tuturnya.

Menurut Koordinator Humas Bawaslu Jateng, M. Rofiuddin, dengan kegiatan ini diharapkan dapat meminimalisir konten negatif dan mencegah terjadinya polarisasi di masyarakat.

“Setiap Pemilu pasti ada saja peristiwa yang menyangkut tentang berita bohong, disinformasi, ujaran kebencian, adu domba dan sebagainya. Ini sangat berbahaya. Kegiatan ini menjadi upaya kita bersama untuk meminimalisir hal itu,” tandas Rofiuddin.

Ning S