blank
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Nugroho Joko Prastowo sedang menunjukkan cara mengenali keaslian rupiah kepada guru SMP/MTS  se kota Surakarta  peserta Training of Trainer (ToT) Cinta,Bangga  dan Paham (CBP) Rupiah yang digelar BI, Selasa (29/8). Foto: Dok/BI Solo

SURAKARTA (SUARABARU.ID) – Bank Indonesia (BI) Solo menggelar Training of Trainer (ToT) Cinta, Bangga  dan Paham (CBP) Rupiah kepada 142 guru SMP/MTS se-Kota Surakarta.

Kegiatan  bertujuan dengan mengenal rupiah maka masyarakat akan terhindar dari risiko diterimanya uang yang diragukan keasliannya dibuka Wakil Wali Kota Surakarta Drs Teguh Prakosa, Selasa (29/8/2023).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia(BI) Solo Nugroho Joko Prastowo mengatakan BI diberi kewenangan oleh undang undang (UU) untuk menerbitkan, mengedarkan, mencabut, dan memusnahkan uang rupiah.

Karena itu kegiatan yang berlangsung bertujuan menyosialisasikan dan mengedukasi hal terkait uang rupiah. Bicara tentang kecahatan uang palsu (Upal) di Solo dan sekitarnya sejatinya resikonya cukup tinggi. BI dan Kepolisian pada tahun 2021 melakukan  penggrebekan, penangkapan pengedaran uang palsu di Boyolali.

Tahun berikutnya juga melakukan penindakan sejenis di wilayah Sukoharjo. Bahkan terjadi anak berusia 16 tahun ditangkap polisi karena diduga mengedarkan uang palsu. Pantas diduga anak bersangkutan tidak mengetahui keaslian rupiah.

Upaya melindungi masyarakat dari kejahatan upal selalu dilakukan secara preventif dan penindakan. Upaya preventif dilakukan BI  dengan selalu meng up grade keamanan uang rupiah.

Sehingga tampilan uang rupiah menjadi semakin bagus dan kian sulit dipalsukan.Juga dilakukan edukasi melalui media massa tentang cara mengenali keaslian  rupiah. ”Perlu diketahui, uang palsu diedarkan melalui retail. Sebagai gambaran uang palsu pecahan Rp 100.000 digunakan membeli rokok seharga Rp 20.000. Dari transaksi demikian memunculkan kerugian pada pemilik warung berupa uang rupiah asli Rp 80.000 dan rokok seharga Rp 20.000,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Surakarta Drs Teguh Prakosa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BI terkait digelarnya ToT CBP Rupiah. Surakarta ini korban, karena ternyata pemalsuan uang itu ada disekitar wilayah kota. “Kami mengapresiasi kegiatan sehingga guru menjadi motivator, edukator bagi siswanya bahwa mengenal rupiah tak hanya warna tetapi justru asli apa tidak. Saya kira ini akan terus dilakukan bersama bank lainnya untuk terus mengedukasi misalnya kelompok pasar, buruh gendong dan pedagang”, terangnya.

Bagus Adji